<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910</id><updated>2011-07-28T03:38:15.332-07:00</updated><category term='Pernikahan( Walimah )'/><category term='Artikel'/><category term='SUFI'/><category term='Tazkiyatun nafs'/><category term='DZIKIR'/><category term='ANAK'/><category term='Fiqih'/><category term='Sholat'/><category term='LAGU ISLAMI'/><title type='text'>Apakah Islam itu ?</title><subtitle type='html'>membahas segala serba serbi dalam ISLAM baik yang berhubungan dengan keluarga,Anak,ketuhanan(Tauhid),Shalat,puasa,dan ibadah kita lainnya.termasuk sufi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-3489776151003343474</id><published>2010-10-01T17:09:00.001-07:00</published><updated>2010-10-01T17:09:23.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DZIKIR'/><title type='text'>Dzikir Berjamaah sudah ada sejak Zaman Rosululloh SAW</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sekte wahabi&lt;/strong&gt; muncul pada abad &lt;strong&gt;14 hijriah&lt;/strong&gt;, mereka ini merupakan penyakit dalam tubuh muslimin yg telah menyerang hampir seluruh Negara muslimin dimuka bumi. Mereka ini selalu mengada adakan dan mempermasalahkan hal hal yg tidak pernah dipermasalahkan oleh Ulama Besar, Para Imam, para Tabi’in, para sahabat, bahkan Rasul saw. Hal ini, tidak mengakategorikan Ibn Abdulwahhab sebagai Imam Madzhab, karena seorang Imam Madzhab adalah orang yg suci dari mencaci maki muslimin, apalagi menganggap musyrik pada ahli syahadat, atau menganggap perbuatan sahabat rasul radhiyallahu’anhum adalah Bid?ah munkarah. Imam madzhab adalah pewaris Rasul saw, orang yg berjiwa arif dan lidahnya selalu basah berdzikir kepada Allah, mendoakan yg sesat, mendoakan hidayah bagi orang kafir, demikian pulalah Lidah Rasul saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dzikir berjamaah sejak zaman Rasul saw, sahabat, tabi’in tak pernah dipermasalahkan, bahkan merupakan sunnah rasul saw, dan pula secara akal sehat, semua orang mukmin akan asyik berdzikir, dan &lt;strong&gt;hanya syaitan yg benci akan hangus terbakar dan tak tahan mendengar suara dzikir&lt;/strong&gt;. kita bisa bandingkan mereka ini dari kelompok mukmin, atau kelompok syaitan yg sesat.., dengan cara mereka yg memprotes dzikir jamaah, telinga mereka panas, dan ingin segera kabur bila mendengar jamaah berdzikir.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1). para sahabat berdoa bersama Rasul saw dengan melantunkan syair (Qasidah/Nasyidah) di saat menggali khandaq (parit) Rasul saw dan sahabat2 radhiyallhu?anhum bersenandung bersama sama dengan ucapan : “HAAMIIIM LAA YUNSHARUUN..”. (Kitab Sirah Ibn Hisyam Bab Ghazwat Khandaq). Perlu diketahui bahwa sirah Ibn Hisyam adalah buku sejarah yg pertama ada dari seluruh buku sejarah, yaitu buku sejarah tertua. Karena ia adalah Tabi’in.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2). saat membangun Masjidirrasul saw : mereka bersemangat sambil bersenandung : “Laa ‘Iesy illa ‘Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhaajirah” setelah mendengar ini maka Rasul saw pun segera mengikuti ucapan mereka seraya bersenandung dengan semangat : “Laa ‘Iesy illa ‘Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhajirah.. ” (Sirah Ibn Hisyam Bab Hijraturrasul saw- bina’ masjidissyarif hal 116)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3). ucapan ini pun merupakan doa Rasul saw demikian diriwayatkan dalam shahihain&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4). Firman Allah swt : &lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“SABARKANLAH DIRIMU BERSAMA KELOMPOK ORANG ORANG YG BERDOA PADA TUHAN MEREKA SIANG DAN MALAM SEMATA MATA MENGINGINKAN KERIDHOAN NYA, DAN JANGANLAH KAU JAUHKAN PANDANGANMU (dari mereka), UNTUK MENGINGINKAN KEDUNIAWIAN.” (QS Alkahfi 28)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Ayat ini turun ketika Salman Alfarisi ra berdzikir bersama para sahabat, maka Allah memerintahkan Rasul saw dan seluruh ummatnya duduk untuk menghormati orang2 yg berdzikir. Mereka (sekte wahabi) mengatakan bahwa ini tidak teriwayatkan bentuk dan tata cara dzikirnya, ah..ah?ah.. Dzikir ya sudah jelas dzikir.., menyebut nama Allah, mengingat Allah swt, adakah lagi ingin dicari pemahaman lain?,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5). Sahabat Rasul radhiyallahu’anhum mengadakan shalat tarawih berjamaah, dan Rasul saw justru malah menghindarinya, mestinya merekapun shalat tarawih sendiri sendiri, kalau toh Rasul saw melakukannya lalu menghindarinya, lalu mengapa Generasi Pertama yg terang benderang dg keluhuran ini justru mengadakannya dengan berjamaah.., Sebab mereka merasakan ada kelebihan dalam berjamaah, yaitu syiar, ah..ah..ah.. mereka masih butuh syiar dibesarkan, apalagi kita dimasa ini..,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;maka kalau ada pertanyaan : “siapakah yg pertama kali mengajarkan Bid’ah hasanah?, maka kita dengan mudah menjawab, yg pertama kali mengajarkannya adalah para Sahabat Rasul saw, karena saat itu Umar ra setelah bersepakat dengan seluruh sahabat untuk jamaah tarawih, lalu Umar ra berkata : &lt;strong&gt;“WA NI’MAL BID’AH HADZIH..”.&lt;/strong&gt; (inilah Bid’ah yg terindah). Siapa lebih tahu makna menghindari bid’ah?, Umar bin Khattab ra, makhluk nomer dua paling mulia di ummat ini bersama seluruh sahabat radhiyallahu’anhum.., atau madzhab sempalan abad ke 20 ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6). Lalu para tabi’in sebab cinta mereka pada sahabat, maka mereka menggelari setiap menyebut nama sahabat dengan ucapan Radhiyalahu’anhu/ha/hum. Inipun tak pernah diajarkan oleh Rasul saw, tak pula pernah diajarkan oleh sahabat, walaupun itu berdalilkan beberapa ayat didalam alqur’an bahwa bagi mereka itu kerdhoan Allah, namun tak pernah ada perintah dari Rasul saw untuk menggelari setiap nama sahabat beliau saw dg ucapan radhiyallahu’anhu/ha/hum. Inipun Bid’ah hasanah, kita mengikuti Tabi’in mengucapkannya krn cinta kita pd Sahabat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7). Khalifah Umar bin Abdul Aziz menambahkan lagi dengan menyebut nyebut nama para Khulafa?urrasyidin dalam khotbah kedua pada khutbah jumat, Ied dll.., inipun bid?ah, tak pernah diperbuat oleh para Tabi’in, Sahabat, bahkan Rasul saw, namun diada adakan karena telah banyak kaum mu’tazilah yg mencaci sahabat dan melaknat para Khulafa’urrasyidin, maka hal ini mustahab saja, (baik dilakukan), tak ada pula yg benci dengan hal ini kecuali syaitan dan para tentaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu kategori Bid’ah ini pun muncul entah darimana?, membawa hadits : “Semua Bid'ah adalah sesat dan semua sesat adalah di neraka”. Menimpakan hadits ini pada kelompok sahabat. Ah..ah..ah… adakah seorang muslim mengatakan orang yg memanggil nama Allah Yang Maha Tunggal, menyebut nama Allah dengan takdhim, berdoa dan bermunajat, mereka ini sesat dan di neraka?, Orang yg berpendapat ini berarti ia telah mengatakan seluruh nama nama diatas adalah penduduk neraka termasuk Umar bin Khattab ra dan seluruh sahabat, dan seluruh tabi?in, dan seluruh ulama ahlussunnah waljama’ah termasuk Sayyidina Muhammad saw, yg juga diperintah Allah untuk duduk bersama kelompok orang yg berdoa, dan beliau lah saw yg mengajarkan doa bersama sama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita di Majelis Majelis menjaharkan lafadz doa dan munajat untuk menyaingi panggung panggung maksiat yg setiap malam menggelegar dengan dahsyatnya menghancurkan telinga, berpuluh ribu pemuda dan remaja MEMUJA manusia manusia pendosa dan mengelu elukan nama mereka..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salahkah bila ada sekelompok pemuda mengelu-elukan nama Allah Yang Maha Tunggal?, menggemakan nama Allah?, apakah Nama Allah sudah tak boleh dikumandangkan lagi dimuka bumi?.??!! Seribu dalil mereka cari agar Nama Allah tak lagi dikumandangkan.. cukup berbisik bisik..!, sama dengan komunis yg melarang meneriakkan nama Allah, dan melarang kumpulan dzikir.. Adakah kita masih bisa menganggap kelompok wahabi ini adalah madzhab..?!!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita Ahlussunnah waljama?ah berdoa, berdzikir, dengan sirran wa jahran, di dalam hati, dalam kesendirian, dan bersama sama. Sebagaimana Hadist Qudsiy Allah swt berfirman : &lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“BILA IA (HAMBAKU) MENYEBUT NAMAKU DALAM DIRINYA, MAKA AKU MENGINGATNYA DALAM DIRIKU, BILA MEREKA MENYEBUT NAMAKAU DALAM KELOMPOK BESAR, MAKA AKUPUN MENYEBUT (membanggakan) NAMA MEREKA DALAM KELOMPOK YG LEBIH BESAR DAN LEBIH MULIA”. (HR Bukhari Muslim).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Saran Ustadz Arifin Ilham dan saya , kita doakan saja madzhab sempalan abad ke 20 ini, agar mereka diberi hidayah dan kembali kepada kebenaran. Wahai Allah, telah terkotori permukaan Bumi Mu dengan sanubari sanubari yg disesatkan syaitan, maka hujankanlah hidayah Mu pada mereka agar mereka mau kembali pd kebenaran, beridolakan sang Nabi saw, beridolakan Muhajirin dan Anshar, berakhlak dengan akhlak mereka, sopan dan rendah hati sebagaimana mereka. Demi Kemuliaan Ramadhan, Demi Kemuliaan Shiyaam walqiyaam, Demi Kemuliaan Nuzululqur’an, dan Demi Kemuliaan Muhammad Rasulullah saw, amiin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dicopas langsung dr FB Ustd Arifin ILham&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-3489776151003343474?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/3489776151003343474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2010/10/dzikir-berjamaah-sudah-ada-sejak-zaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/3489776151003343474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/3489776151003343474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2010/10/dzikir-berjamaah-sudah-ada-sejak-zaman.html' title='Dzikir Berjamaah sudah ada sejak Zaman Rosululloh SAW'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-1760865598463622427</id><published>2009-04-11T03:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T04:07:32.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>Nama anak laki-laki B</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Huruf B&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;No. Nama  Artinya&lt;br /&gt;01.  Basil=  (1) Singa (2) Pemberani&lt;br /&gt;02.  Badar=  Bulan Purnama&lt;br /&gt;03.  Badruddin=  Bulan purnama agama&lt;br /&gt;04.  Bariq  =Bercahaya - kemilau&lt;br /&gt;05.  Bassam=  Selalu senyum&lt;br /&gt;06.  Basim  =Tersenyum&lt;br /&gt;07.  Basyir  =Pemberi kabar gembira&lt;br /&gt;08.  Bahauddin=  Keindahan agama&lt;br /&gt;09.  Bahir  =Elok&lt;br /&gt;10.  Badri  =Mempercepat jalannya&lt;br /&gt;11.  Bahi  =Indah&lt;br /&gt;12.  Burhan=  Dalil - Bukti - Cahaya&lt;br /&gt;13.  Bakri  =Pagi-pagi benar&lt;br /&gt;14.  Baqir=  Pembelah&lt;br /&gt;15.  Burhanuddin=  Dalil (cahaya) agama&lt;br /&gt;16.  Bakir  =Pagi-pagi benar&lt;br /&gt;17.  Bariz  =Menonjol&lt;br /&gt;18.  Bisyir  =Berita gembira&lt;br /&gt;19.  Banan  =Ujung jari&lt;br /&gt;20.  Badil  =Pengganti&lt;br /&gt;21.  Baliq=  Fasih&lt;br /&gt;22.  Budair=  Berjalan cepat&lt;br /&gt;23.  Buraid  =Dingin&lt;br /&gt;24.  Bukhori  =Imam perawi hadist&lt;br /&gt;25.  Badruttamam  =Bulan purnama&lt;br /&gt;26.  Badruzzaman  =Bulan purnama bagi jaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABDJAD&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki.html"&gt;A&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-1760865598463622427?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/1760865598463622427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki-b.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/1760865598463622427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/1760865598463622427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki-b.html' title='Nama anak laki-laki B'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-2645697297896892881</id><published>2009-04-11T03:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T04:12:03.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>Nama anak laki-laki A</title><content type='html'>&lt;span&gt;Nama-nama Untuk laki-laki&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Huruf A&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No.  Nama  Artinya&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;01.  Amin = Pemegang Amanat&lt;br /&gt;02.  Anis = Ramah tamah dalam pergaulan&lt;br /&gt;03.  Amanullah = Keamanan dari Allah&lt;br /&gt;04.  Akram = Lebih Mulia&lt;br /&gt;05.  Ahmad = Terpuji&lt;br /&gt;06.  Ad-ham = (1) Tali rantai, (2) Peninggalan Kuno&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07.  Aslam  = (1) Lebih selamat, (2) Masuk Islam&lt;br /&gt;08.  Arsalan = Nama seorang tokoh Islam&lt;br /&gt;09.  Aiman = Kanan&lt;br /&gt;10.  Arhab = Memanjakan&lt;br /&gt;11.  As'ad = Bahagia&lt;br /&gt;12.  Adib = Beradab&lt;br /&gt;13.  Addar = Quthni  Seorang imam perawi hadist&lt;br /&gt;14.  Attirmidzi  = Imam perawi hadist&lt;br /&gt;15.  Aththobarani = Imam perawi hadist&lt;br /&gt;16.  Al Baihaqi = Imam perawi hadist&lt;br /&gt;17.  Annasai = Imam perawi hadist&lt;br /&gt;18.  Asyraf = Lebih mulia&lt;br /&gt;19.  Amir = Penguasa - pemimpin&lt;br /&gt;20.  Anas = Mesra - periang&lt;br /&gt;21.  Althaf =  Lebih lembut&lt;br /&gt;22.  Amjad = Lebih mulia&lt;br /&gt;23.  Ahnaf = Lebih suci (Lurus)&lt;br /&gt;24.  Anwar = Lebih bersinar&lt;br /&gt;25.  Arhab = Lebih lebar dan luas&lt;br /&gt;26.  Azhar = Lebih cerah&lt;br /&gt;27.  Aufa = Lebih tepat&lt;br /&gt;28.  Anjab = Lebih utama dan bernilai&lt;br /&gt;29.  Akhdan = Sahabat&lt;br /&gt;30.  Akmal = Lebih lengkap (sempurna)&lt;br /&gt;31.  Abrar = Golongan yang berbuat kebajikan&lt;br /&gt;32.  Aflah = Lebih sukses&lt;br /&gt;33.  Anshar = Kaum Anshar sahabat Nabi saw&lt;br /&gt;34.  Amrullah =  Perintah Allah&lt;br /&gt;35.  Asad = Singa&lt;br /&gt;36.  Afdhol =  Lebih Utama&lt;br /&gt;37.  'Aashim = Menjauhi maksiat&lt;br /&gt;38.  'Aamir = Memakmurkan&lt;br /&gt;39.  'Atiq = (1) Ka'bah (2) yang dimerdekakan&lt;br /&gt;40.  'Adli = Adil&lt;br /&gt;41.  'Arif = Arif bijaksana&lt;br /&gt;42.  'Adnan = Nama orang dahulu&lt;br /&gt;43.  'Aali = Tinggi&lt;br /&gt;44.  'Adil = Adil&lt;br /&gt;45.  'Abduh = Hamba-Nya&lt;br /&gt;46.  'Azzan = Nama orang Dahulu&lt;br /&gt;47.  'Azzam = Kebulatan tekad&lt;br /&gt;48.  'Azmi = Keteguhan hati&lt;br /&gt;49.  Athallah = Karunia Allah&lt;br /&gt;50.  'Aqil = Yang baik budi&lt;br /&gt;51.  'Aun = Pertolongan&lt;br /&gt;52.  'Aafi = Yang mengampuni&lt;br /&gt;53.  'Aathif =  Belas kasih&lt;br /&gt;54.  Alauddin = Kemulian agama&lt;br /&gt;55.  'Aakif = Beritikaf&lt;br /&gt;56.  'Aqib = Balasan yang baik&lt;br /&gt;57.  'Afif = Punya harga diri&lt;br /&gt;58.  'Aatik = (1) Pemurah (2) Yang murni&lt;br /&gt;59.  'Alim = Berilmu&lt;br /&gt;60.  'Abid = Beribadah&lt;br /&gt;61.  'Abbad = Tekun beribadah&lt;br /&gt;62.  'Ariq = (1) baik Budi (2) Mulia asalnya&lt;br /&gt;63.  Antar = Berani dalam peperangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIAT JUGA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki.html"&gt;A&lt;/a&gt; &lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki-b.html"&gt;B&lt;/a&gt; C D E F G H I J K L M&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-2645697297896892881?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki.html' title='Nama anak laki-laki A'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/2645697297896892881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2645697297896892881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2645697297896892881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-laki-laki.html' title='Nama anak laki-laki A'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-873358318015196206</id><published>2009-04-08T09:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T10:03:30.636-07:00</updated><title type='text'>Nama Anak dengan memakai Asmaul Husna</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama-nama Dengan AL ASMAULHUSNA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No. Bahasa Arab Artinya&lt;br /&gt;01.  Arrahman  Maha Pemurah&lt;br /&gt;02.  Arrahim  Maha Penyayang&lt;br /&gt;03.  Almalik  Maha Raja&lt;br /&gt;04.  Al Quddus  Maha Bersih dari noda dan cacat&lt;br /&gt;05.  As Salam  Maha Pemberi Ketentraman&lt;br /&gt;06.  Al Mu'min  Maha Pemberi Keamanan&lt;br /&gt;07.  Al Muhaimin  Maha Pelindung dan Pengawas&lt;br /&gt;08.  Al Aziz  Maha Perkasa&lt;br /&gt;09.  Al Jabbar  Maha Agung&lt;br /&gt;10.  Al Mutakabbir  Maha Angkuh&lt;br /&gt;11.  Al Kholiq  Maha Pencipta&lt;br /&gt;12.  Al Bari'  Maha Pencipta dari tidak ada&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;13.  Al Mushawir  Maha Pembentuk&lt;br /&gt;14.  Al Ghaffar  Maha Pemberi Ampun&lt;br /&gt;15.  Al Kahhar  Maha Menentukan&lt;br /&gt;16.  Al Wahhab  Maha Pemberi&lt;br /&gt;17.  Al Razzak  Maha Pemberi Rezeki&lt;br /&gt;18.  Al Fattah  Maha Pembuka&lt;br /&gt;19.  Al Aliim  Maha Mengetahui&lt;br /&gt;20.  Al Qobidh  Maha Pemegang dan Penahan&lt;br /&gt;21.  Al Baasith  Maha Pelepas&lt;br /&gt;22.  Al Khofidh  Maha Merendahkan&lt;br /&gt;23.  Ar Rafii'  Maha Meninggikan&lt;br /&gt;24.  Al Muiz  Maha Memuliakan&lt;br /&gt;25.  Al Mudzil  Maha Menghinakan&lt;br /&gt;26.  As Samii'  Maha Mendengar&lt;br /&gt;27.  Al Bashir  Maha Melihat&lt;br /&gt;28.  Al Hakam  Maha Penghukum&lt;br /&gt;29.  Al Adl  Maha Adil&lt;br /&gt;30.  Al Latif  Maha Lembut&lt;br /&gt;31.  Al Khobir  Maha Mengetahui&lt;br /&gt;32.  Al Halim  Maha Penyantun ( Maha Tenang dan Sabar )&lt;br /&gt;33.  Al Adhim  Maha Agung&lt;br /&gt;34.  Al Ghafur  Maha Pengampun&lt;br /&gt;35.  Asy Syakur  Maha Pembalas Jasa&lt;br /&gt;36.  Al 'Aliyyu  Maha Tinggi&lt;br /&gt;37.  Al Kabir  Maha Besar&lt;br /&gt;38.  Al Hafiidh  Maha Pemelihara&lt;br /&gt;39.  Al Muqiit  Maha Pemberi Pangan&lt;br /&gt;40.  Al Hasiib  Maha Menghitung&lt;br /&gt;41.  Al Jalil  Maha Sempurna&lt;br /&gt;42.  Al Karim  Maha Pemurah&lt;br /&gt;43.  Ar Raqiib  Maha Mengawasi&lt;br /&gt;44.  Al Mujib  Maha Mengabulkan&lt;br /&gt;45.  Al Waasi'  Maha Luas&lt;br /&gt;46.  Al Hakiim  Maha Bijaksana&lt;br /&gt;47.  Al Wadud  Maha Mengasihi &lt;br /&gt;48.  Al Majiid  Maha Mulia&lt;br /&gt;49.  Al Baa'its  Maha Membangkitkan&lt;br /&gt;50.  Asy Syahid  Maha Menyaksikan&lt;br /&gt;51.  Al Haq  Maha Benar&lt;br /&gt;52.  Al Wakil  Maha Mewakili&lt;br /&gt;53.  Al Qowi  Maha Kuat&lt;br /&gt;54.  Al Wali  Maha Pelindung (Penolong)&lt;br /&gt;55.  Al Matiin  Maha Kokoh/Teguh&lt;br /&gt;56.  Al Hamiid  Maha Terpuji&lt;br /&gt;57.  Al Muhshi  Maha Menghitung&lt;br /&gt;58.  Al Mubdi'  Maha Memulai&lt;br /&gt;59.  Al Mu'id  Maha Mengembalikan&lt;br /&gt;60.  Al Muhyi  Maha Menghidupkan&lt;br /&gt;61.  Al Mumit  Maha Mematikan&lt;br /&gt;62.  Al Hayyu  Maha Hidup&lt;br /&gt;63.  Al Qayyum  Maha Berdiri Sendiri&lt;br /&gt;64.  Al Waajid  Maha Menemukan&lt;br /&gt;65.  Al Majid  Maha Memiliki Kemuliaan&lt;br /&gt;66.  Al Wahid  Maha Esa (Tunggal)&lt;br /&gt;67.  Al Ahad  Maha Esa (Tunggal)&lt;br /&gt;68.  Ash Shomad  Tempat bergantung dan Memohon&lt;br /&gt;69.  Al Qaadir  Maha Kuasa (Mampu)&lt;br /&gt;70.  Al Muqtadir  Maha Berkuasa&lt;br /&gt;71.  Al Muqoddim  Maha Mendahulukan&lt;br /&gt;72.  Al Muakhir  Maha Mengakhirkan&lt;br /&gt;73.  Al Awwal  Maha Awal&lt;br /&gt;74.  Al Akhir  Maha Akhir&lt;br /&gt;75.  Adh Dhahir  Maha Jelas Kekuasaannya&lt;br /&gt;76.  Al Bathin  Maha Tidak tampak (kelihatan) DzatNya&lt;br /&gt;77.  Al Waali  Maha Menguasai&lt;br /&gt;78.  Al Mutaali  Maha Tinggi&lt;br /&gt;79.  Al Barru  Maha Baik&lt;br /&gt;80.  At Tawwab  Maha Penerima taubat&lt;br /&gt;81.  Al Muntaqim  Maha Penyiksa&lt;br /&gt;82.  Al Afuwwu   Maha Pemaaf&lt;br /&gt;83.  Ar Rauf  Maha Belas Kasihan&lt;br /&gt;84.  Maalikul Mulki  Maha Memiliki Kerajaan&lt;br /&gt;85.  Dzuljalali Walikram  Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan&lt;br /&gt;86.  Al Muqsith  Maha Adil&lt;br /&gt;87.  Al Jaami'  Maha Mengumpulkan (Menghimpun)&lt;br /&gt;88.  Al Ghani'  Maha kaya&lt;br /&gt;89.  Al Muqhni  Maha Pemberi Kekayaan&lt;br /&gt;90.  Al Maani'  Maha Mencegah&lt;br /&gt;91.  Adh Dhaarru  Maha Pemberi Madharat&lt;br /&gt;92.  An Naafi'  Maha Pemberi Manfaat&lt;br /&gt;93.  An Nur  Maha Pemberi cahaya&lt;br /&gt;94.  Al Haadi  Maha Pemberi Petunjuk&lt;br /&gt;95.  Al Badii'  Maha Pencipta Keindahan&lt;br /&gt;96.  Al Baaqi  Maha kekal&lt;br /&gt;97.  Al Waarits  Maha Mewarisi&lt;br /&gt;98.  Ar Rasyid  Maha Pemberi Petunjuk&lt;br /&gt;99.  Ash Shabur  Maha Penyabar&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Nama-nama Nabi dan Rasul&lt;br /&gt;No. Nama No.  Nama&lt;br /&gt;01.  Adam  14.  Musa&lt;br /&gt;02.  Idris  15.  Harun&lt;br /&gt;03.  Nuh  16.  Dzulkifli&lt;br /&gt;04.  Hud  17.  Dawud&lt;br /&gt;05.  Shaleh  18.  Sulaiman&lt;br /&gt;06.  Ibrahim  19.  Ilyas&lt;br /&gt;07.  Luth  20.  Ilyasa&lt;br /&gt;08.  Isma'il  21.  Yunus&lt;br /&gt;09.  Ishaq  22.  Zakaria&lt;br /&gt;10.  Ya'qub  23.  Yahya&lt;br /&gt;11.  Yusuf  24.  Isa&lt;br /&gt;12.  Ayyub  25.  Muhammad&lt;br /&gt;13.  Syuaib    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;[Home][Nama dengan Asmaulhusna][Nama Para Nabi &amp; Rasul] [Nama untuk Laki-laki &amp; Perempuan]&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; liat juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html"&gt;http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html"&gt;http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-873358318015196206?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/873358318015196206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-dengan-memakai-asmaul-husna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/873358318015196206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/873358318015196206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-dengan-memakai-asmaul-husna.html' title='Nama Anak dengan memakai Asmaul Husna'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-2796966521508422167</id><published>2009-04-08T09:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T09:57:06.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>Tips Nama Anak kita</title><content type='html'>Bagi kita yang akan menjadi seorang ayah atau ayah yang yang akan mempunyai anak yang kedua,ketiga dst...(waw maunya berapa banyak nih...!!!).Tips berikut rasanya layak juga kita simak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9 TIPS MEMBERI NAMA ANAK:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama itu mengandung do'a.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Do'a. Tetapi do'anya yang singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira Tahlil atau Wirid. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang "Amiinn.."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama jangan nyusahin orang Kelurahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus, jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel-dobel (mis. Lloyd, Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll.&lt;br /&gt;Nah... nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi... dan prosesnya lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama jangan cuma satu kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan kesiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama jangan terlalu panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan... Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama anak bersifat internasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov msalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang&lt;br /&gt;Sechlaytinove... Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketahuilah arti nama anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan pakai nama artis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abjad huruf pertama nama anak&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah.. biasanya adanya dibawah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan sok Kebarat-baratan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir di Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian kalo kejepit toh bilangnya "adawww...." bukan "Oh my God.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(unknown author, yang jelas orang Indo)&lt;br /&gt;BACA JUGA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html"&gt;http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html"&gt;http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-2796966521508422167?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/tips-nama-anak-kita.html' title='Tips Nama Anak kita'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/2796966521508422167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/tips-nama-anak-kita.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2796966521508422167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2796966521508422167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/tips-nama-anak-kita.html' title='Tips Nama Anak kita'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-6303450678110658546</id><published>2009-04-08T00:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:46:16.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>Nama yang dilarang Islam</title><content type='html'>Dalam Agama Samawi Islam ada nama-nama yag patut kita waspadai jangan sampai maksud hati kita ingin memberikan &lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html"&gt;nama yang baik&lt;/a&gt; buat anak kita ..eh malah berakibat buruk. Saya ada mengumpulkan nama-nama tersebut yang mungkin di dunia maya ini sudah ada rekan-rekan yang pernah menampilkan atau membacanya.Kita saling sharing saja ya..toh buat kebaikan tak ada salahnya,mana tahu saja perbuatan kita ini dicatat oleh sang Malaikat sebagai Ibadah dan diRidhoi oleh Allah Azza wa Jalla..amin ya Allah&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama-nama Dilarang dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 343pt;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="456"&gt;&lt;col style="width: 48pt;" width="64"&gt;  &lt;col style="width: 101pt;" width="134"&gt;  &lt;col style="width: 48pt;" width="64"&gt;  &lt;col style="width: 146pt;" width="194"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 12.75pt;" height="17"&gt;   &lt;td style="height: 12.75pt; width: 48pt;" height="17" width="64"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="width: 101pt;" width="134"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 48pt;" width="64"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 146pt;" width="194"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.75pt;" height="17"&gt;   &lt;td style="height: 12.75pt;" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Abkam&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Tidak celik, buta&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Abiqah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Hamba yang lari dari tuannya&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Afinah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang bodoh&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Asyar&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Paling jahat&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Asyirah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang tidak bersyukur atas nikmat&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Amah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Hamba suruhan perempuan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Baghiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang zalim, jahat&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Bahimah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Binatang&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Balidah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang bodoh, bebal&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Bakiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang menangis, merengek&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Baqarah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Lembu Betina&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Batilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang batil, tidak benar&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Dabbah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Binatang&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Dahriyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang mempercayai alam wujud   dengan sendirinya&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Dahisyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Goncang, stress&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Darakah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kedudukan yang rendah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Daniyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang lemah dan hina&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Dami'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang mengalir air matanya&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Fasidah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang rosak, yang binasa&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Fasiqah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang jahat, si fasik&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Fasyilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Gagal, kalah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Fajirah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang jahat, yang berdosa&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Faji'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kecelakaan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Ghafilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang lalai, yang leka&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Ghailah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kecelakaan, bencana&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Ghaibah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Hilang&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Ghasibah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Perampas, perompak&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Ghamitah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang tidak mensyukuri nikmat&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Ghawiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang sesat, yang mengikut hawa   nafsu&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Haqidah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang dengki&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Hasidah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang hasad&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Hazinah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang sedih&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Huzn&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kesedihan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Khabithah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang jahat, yang keji&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Khali'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang tidak segan silu, mengikut   hawa nafsu&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Khati'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang bersalah, yang berdosa&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Khasirah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang rugi&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Khamrah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Arak&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Jariah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Hamba suruhan perempuan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Jafiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang tidak suka berkawan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Kaibah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang sedih&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Kafirah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang kafir, yang ingkar&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Kamidah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang hiba, yang sangat berduka&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Kazibah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Pendusta, pembohong&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Lahab&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Bara api&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Laghiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;sia-sia, tidak berfaedah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;La'imah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang tercela&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Lainah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang terkutuk&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Lahifah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang sedih, menyesal dan   dizalimi&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Maridah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang menderhaka&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Majinah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang bergurau senda tanpa   perasaan malu&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Majusiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Agama menyembah api atau   matahari&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;munafikah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang munafik&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Musibah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Celaka, bencana, kemalangan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Nariah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Api&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Nasyizah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang menderhaka dan melawan   suami&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Najisah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang najis dan kotor&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Qabihah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang buruk, hodoh&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Qatilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Pembunuh&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Qasitah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang melampaui batasan dan   menyeleweng dari kebenaran&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Qazurah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kejahatan, perzinaan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Rajimah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang direjam, yang dilaknat&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Razi'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kecelakaan, musibah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Razilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang keji dan hina&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Sakitah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang jatuh, yang hina, yang   jahat&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Safilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang rendah dan hina&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Sahiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang pelupa&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Sakirah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Pemabuk&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syafihah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang bodoh&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syaridah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang diusir&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syaqiyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang menderita&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syarrul Bariyyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Sejahat-jahat manusia&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syani'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang buruk&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syarisah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang buruk akhlak&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syatimah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Maki hamun&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Syariqah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Pencuri&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Talifah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang rosak, yang binasa&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Tarbiyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang papa kedana&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Tarikah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Anak dara tua&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Tafihah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Karut&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Talihah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang tidak baik&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Yaisah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang berputus asa&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Yabisah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang kering, yang sedikit   kebaikannya&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wahinah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Penakut&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Waqihah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang kurang sopan dan malu&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wasikhah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang kotor&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wasyiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang mengumpat, yang mengadu   dombakan orang&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wahimah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang lemah&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wahiah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang lemah, yang jatuh, yang   buruk&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wajilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Penakut&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Wailah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Bencana, keburukan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Waqi'ah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Pertempuran dalam peperangan,   umpatan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Zalijah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Kebinasaan&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Zalilah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang hina&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Zalimah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Yang zalim&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Zaniyah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Penzina, pelacur&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12pt;" height="16"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 12pt;" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl65" style="width: 101pt;" width="134"&gt;Zufafah&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 48pt;" width="64"&gt;=&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="width: 146pt;" width="194"&gt;Racun pembunuh&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-6303450678110658546?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html' title='Nama yang dilarang Islam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/6303450678110658546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/6303450678110658546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/6303450678110658546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html' title='Nama yang dilarang Islam'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-4829442446588677006</id><published>2009-04-07T23:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:43:49.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>Nama anak amanah Allah</title><content type='html'>Dalam memberikan nama anak-anak kita sebaiknya berilah nama yang baik dan membuat kebanggaan bagi yang mempunyai nama nantinya..karena secara psikologis nama itu akan mempengaruhi jiwa si anak.sendainya nama yang kita berikan biasa saja atau tak mengandung makna yang membuat kebanggaan bagi si anak tentu niscaya si anak nantinya ditakutkan berkecil hati dengan namanya mungkin juga malu.Abaikan opini sebagian&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;orang yang mengatakan “&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;apalah arti sebuah nama&lt;/span&gt;” karena itu sangat keliru sekali.karena tak ada satupun orang yang mau mepunyai nama yang jelek.&lt;br /&gt;Imam Abdul Qasim mengatakan bahwa adanya hubungan yang erat antara nama yang dinamai,dengan kata lain dapat berpengaruh terhadap kedamaian anak.selanjutnya beliau juga mengemukakan bahwa pemberian nama yang baik akan mendorong yang mempunyai nama untuk berbuat sesuai dengan makna yang terdapat dalam namanya.&lt;br /&gt;Rasululloh SAW juga bersabda  :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Barang siapa memiliki anak,maka baguskanlah nama dan pendidikannya “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“dari Samurah bin Junduh bahwa Rasululloh SAW melarang kami memberi nama budak kami dengan empat nama : Aflah, Rabah , yasar, dan Najih”( HR MUSLIM )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shahih muslim&lt;/span&gt; bab adab diterangkan bahwa Rasululloh menyukai nama Abdullah dan Abdurrahman,selanjutnya dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunan Abu Dawud&lt;/span&gt; bab adab dijelaskan bahwa Rasululloh SAW juga menyukai pemberian nama Nabi-nabi,dimana nama Muhammad lebih utama dibandingkan nama-nama yang lainnya.dan Rasululloh SAW melarang panggilan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Abul Qasim&lt;/span&gt;.&lt;a href="http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-yang-dilarang-islam.html"&gt;liat juga disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi berdasarkan ulasan diatas,sudilah kiranya para Sobat Blogger untuk memberi nama-nama anaknya dengan baik yang bisa kita mintakan kepada alim ulama ,Kiyai,Ustadz,Ustadzah atau dengan melihat buku-buku yang banyak beredar di toko buku tentang nama anak secara Islam.bisa juga melalui internet  terserah kita saja..&lt;br /&gt;Sedikit pengalaman yang saya ungkapkan sewaktu kami mencari nama untuk anak kami,kami terus terang kesulitan mencari nama yang bagus untuk amanah Allah tersebut dikarenakan kami menemukan persiapan nama anak sampai belasan jumlahnya untuk laki-laki dan belasan juga untuk perempuan,namun ketika sang Buah hati tersebut lahir langsung saja kami mantap dengan salah satu nama yang kami persiapkan tersebut.Alhamdulillah Insya Allah keturunan-keturunan kami menjadi orang-orang yang Shaleh dan Mulia disisiNya…Amin Ya Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;www.bundakami.co.cc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-4829442446588677006?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html' title='Nama anak amanah Allah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/4829442446588677006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/4829442446588677006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/4829442446588677006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/nama-anak-amanah-allah.html' title='Nama anak amanah Allah'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-8902951799931970153</id><published>2009-04-04T20:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-04T20:39:59.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>Bayi ditahnik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAHNIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah kata ini memang kurang terkenal dibandingkan kata Aqiqah ataupun Khitan.&lt;br /&gt;kata ini masih berhubungan dengan bayi kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahnik&lt;/span&gt; merupakan sunnah Rasululloh SAW yang pernah beliau&lt;br /&gt;lakukan,seperti pada saat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasululloh SAW&lt;/span&gt; didatangi oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asma binti Abu Bakar&lt;/span&gt; dengan membawa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abdullah bin Zubair&lt;/span&gt; yang baru saja dilahirkan.Asma meletekkan anaknya dipangkuan Rasululloh SAW.Lalu Rasululloh meminta sebutir kurma dan mengunyahnya.Lalu Rasululloh menyuapkan kurma tersebut ke mulut Abdullah,sehingga makanan yang pertama kali masuk ke tubuh Abdullah adalah kurma bercampur ludahnya Rasululloh SAW.Setelah itu Rasululloh mendoakan Abdullah.&lt;br /&gt;Tahnik sebaiknya dilakukan oleh ayahnya,Ulama,Kerabat yang dipandang Shaleh,tetangga yang sudah diketahui kemulian ahklaknya.tahnik ini dapat dilakukan dengan mengunyah kurma dan mengambil sebagian dengan telunjuk lalu memasukkan ke dalam mulut bayi dan mengurutnya sampai masuk ke perut.Selain buah kurma kita bisa juga menggantinya dengan buah yang manis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semoga ulasan sederhana ini berfaedah bagi kita semua..amin ya Rabb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-8902951799931970153?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/bayi-ditahnik_04.html' title='Bayi ditahnik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/8902951799931970153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/bayi-ditahnik_04.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/8902951799931970153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/8902951799931970153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/bayi-ditahnik_04.html' title='Bayi ditahnik'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-7551666586552243440</id><published>2009-04-04T20:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-04T20:11:22.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK'/><title type='text'>ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU DILAHIRKAN</title><content type='html'>Bagi orang muslim disunatkan ayahnya agar melakukan adzan di telinga bayinya yan baru saja dilahirkan di telinga kanannya&lt;br /&gt;dan membisikkan iqamat pada telinga kirinya( bagi bayi laki-laki) sedangkan permepuan cukup dengan iqamat saja pada&lt;br /&gt;telinga kanannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun maksud kita melakukan ini agar anak yang baru dilahirkan tersebut sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Si bayi sudah mulai diajarkan mengenal tauhid(ketuhanan)&lt;br /&gt;.hal ini rasanya diperlukan janganlah terbersit dalam hati kita agar tak melakukan ini dengan berbagai alasan seperti bayi&lt;br /&gt;yang masih kecil belum bisa mendengar.&lt;br /&gt;2. Lafal suara adzan tadi dapat mengusir setan yang biasanya berkumpul di sekitar bayi yang baru dilahirkan.&lt;br /&gt;  sehingga kita harapkan si anak nantinya terpelihara dari gangguan syetan sejak pertama kali dilahirkan ke muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HADIST NABI&lt;/span&gt;kira-kira begini terjemahan bahasa arabnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Roaytu rosulullohi shollallohi alaihi wasallam adz-dzana fii udunil Huseini hiina wa laday'u Faatimatu rodiyallohu anha"&lt;br /&gt;"aku melihat Rasulullah SAW Adzan ditelinga Husein ketika dia baru saja dilahirkan oleh Fatimah R.A.."(HR AL HAKIM)&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-7551666586552243440?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/adzan-di-telinga-bayi-yang-baru.html' title='ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU DILAHIRKAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/7551666586552243440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/adzan-di-telinga-bayi-yang-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/7551666586552243440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/7551666586552243440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/04/adzan-di-telinga-bayi-yang-baru.html' title='ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU DILAHIRKAN'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-1123884830143333276</id><published>2009-03-04T07:52:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T07:54:11.714-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun nafs'/><title type='text'>15 Penyakit hati</title><content type='html'>15 MACAM PENYAKIT HATI  Manusia&lt;br /&gt;1. Ananiyah ( Egoisme )&lt;br /&gt;2. Ghibah ( mengumpat )&lt;br /&gt;3. Khianat ( culas )&lt;br /&gt;4. Bakhil ( kikir )&lt;br /&gt;5. Hasad ( dengki )&lt;br /&gt;6. Ghina ( merasa tak perlu terhadap orang lain )&lt;br /&gt;7. Ifsad ( merusak )&lt;br /&gt;8. Hiqdu ( dendam )&lt;br /&gt;9. Ghurur ( terpedaya )&lt;br /&gt;10. Takabur ( sombong )&lt;br /&gt;11. Hubbud Dunya ( cinta dunia )&lt;br /&gt;12. Jubn ( pengecut )&lt;br /&gt;13. Intihar ( bunuh diri )&lt;br /&gt;14. Memperturutkan hawa nafsu&lt;br /&gt;15. Istaraqoo( mencuri )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-1123884830143333276?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/1123884830143333276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/15-penyakit-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/1123884830143333276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/1123884830143333276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/15-penyakit-hati.html' title='15 Penyakit hati'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-1210661477163178222</id><published>2009-03-02T05:45:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:47:57.466-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SUFI'/><title type='text'>BEDA TASAWUF DAN ILMU HIKMAH</title><content type='html'>1 &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGERTIAN ILMU HIKMAH &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ilmu hikmah adalah sebuah ilmu kebatinan dengan metode zikir dan doa, adakalanya juga dengan mantra berbahasa Arab atau campuran tetapi tidak bertentangan dengan akidah dan syari'at Islam, ditujukan untuk urusan duniawi seperti kekebalan, pangkat, karir, perjodohan, pengasihan dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;2 PENGERTIAN TASAWUF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Yaitu bersungguh-sungguh (dalam berbuat baik) dan meninggalkan sifat-sifat tercela (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 7).&lt;br /&gt;Aslinya Tasawuf (yiatu jalan tasawuf) adalah tekun beribadah, berhubungan langsung kepada ALLAH, menjauhi diri dari kemewahan dan hiasan duniawi, Zuhud (tidak suka) pada kelezatan, harta dan pangkat yang diburu banyak orang, dan menyendiri dari makhluk di dalam kholwat untuk beribadah (Lihat kitab Zhuhrul Islam IV-Halaman 151)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun batasan tasawuf adalah : Maka berkata Junaed : yaitu bahwa kebenaran mematikanu dari dirimu dan kebenaran tersebut menghidupkanmu dengan kebenaran tersebut. Dan ia berkata juga : Adalah kamu bersama ALLAH tanpa ketergantungan. Dan dikatakan : Masuk pada segala ciptaan yang mulya dan keluar dari segala ciptaan yang hina. Dan dikatakan : Yaitu akhlak mulia yang tampak pada zaman yang mulia beserta kaum yang mulia. Dan dikatakan : Bahwa kamu tidak memiliki sesuatu dan sesuatu itu tidak memiliki kamu. Dan dikatakan : Tasawuf itu dibangun atas 3 macam : (1) Berpegang dengan kefakiran dan menjadi fakir (2) kenyataan berkorban dan mementingkan orang lain (3) Meninggalkan mengatur dan memilih (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 4).&lt;br /&gt;3 TATA CARA MENGUASAI ILMU HIKMAH&lt;br /&gt; Dengan puasa, zikir/wirid, amalan, doa, membaca ayat-ayat Qur'an, dengan mantra, sya'ir-syair yang dibuat para Ulama Hikmah atau yang didapat dari ilham para Ulama Hikmah atau dari ilham Ahli Tasawuf dan lain-lain&lt;br /&gt;4 TATA CARA MENGUASAI TASAWUF&lt;br /&gt; Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali dengan fiqih, karena kau tidak mengetahui hukum-hukum ALLAH Ta'ala yang lahir kecuali dengan fiqih. Dan tidak ada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Dan juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa iman. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (iman, fiqih, tasawuf) . (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 5).&lt;br /&gt;Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah fasik (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).&lt;br /&gt;Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari'ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari'ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari'ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari'ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri). Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkata : Taubat, Taqwa dan Istiqomah. Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang. Dan memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma'rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).(Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 11).&lt;br /&gt;Harus melalui Ikhlas tingkat tertinggi (Khowwasul Khowwash). Dan ikhlas itu ada 3 derajat : (1) Derajat Awam (umumnya manusia) (2) Khowwash (3) Khowwasul Khowwash. Maka (1) ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang (2) Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bagian akhirat tanpa mencari bagian dunia. (3) Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: "Bukanlah permintaanku berupa surga jannatun na'im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu" (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32).&lt;br /&gt;5 TUJUAN HIKMAH&lt;br /&gt; Tujuannya masalah duniawi seperti kekebalan, kesaktian, pengasihan, jodoh, ramalan, pengobatan, kerejekian dan lain-lain&lt;br /&gt;6 TUJUAN TASAWWUF&lt;br /&gt; Tujuannya adalah Ma'rifatullah (mengenal ALLAH secara mutlak dan lebih jelas)&lt;br /&gt;7 KEKUATAN LUAR BIASA&lt;br /&gt; Kekuatan luar biasa ilmu hikmah termasuk kekuatan luar biasa Hissiah (panca idnera/lahiriah) seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, menimbulkan air, menarik makanan, tampaknya kegaiban dan lain-lain. Dan kekuatan luar biasa ahli tasawwuf adalah Hakikah / Ma'nawiyyah (sebenar-benarnya karomah) yaitu istiqomahnya (kontinyu) seorang hamba kepada Tuhannya dalam lahir dan bathin. Terbukanya hijab dari hatinya sehingga mengenal jelas Tuhannya. menguasai dirinya dan berbeda dengan hawa nafsunya, kuat yakinnya dan diamnya, tenang dengan ALLAH. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).&lt;br /&gt;Imam Ibnu 'A-tho-illah berkata : Seringkali ALLAH memberi rizki karomah (kekeramatan) pada orang yang tidak sempurna isqomahnya. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).&lt;br /&gt;Yang diambil pelajaran oleh Ahli Tahqiq (Ahli Tasawwuf sejati) adalah jangan mencari karomah Hissiah ini dan jangan berpaling kepadanya. Karena kadang tampak karomah Hissiah ini pada tangan orang yang tidak sempurna istiqomahnya. Bahkan kadang tampak pada tangan orang yang tidak ada istiqomah sama sekali, seperti para tukang sihir dan dukun. Dan kadang tampak pada tangan-tangan Rahib (pendeta).Dan ini bukanlah karomah tapi Istidroj. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).&lt;br /&gt;Imam Abu Yazid Al Bustomi berkata : "Jika kamu melihat seseorang yang diberikan karomah (kekeramatan) sehingga dia dapat terbang di udara maka janganlah kamu tertipu dengannya sehingga kamu melihat bagaimana kamu mendapatkan dia melaksanakan perintah dan menjuahi larangan, menjaga batasan-batasan, dan melaksanakan syari'at" (Lihat kitab Risalah Qusyayriyyah halaman 14 atau buku 40 Masalah Agama III halaman 38)&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Kitab Iyqo-zhul Himam fii Syarhil Hikam cetakan dan terrbitan Al Haromain, Jeddah karangan Al 'Arif Billah Ahmad bin Muhammad bin 'Ajibah Al Husni.&lt;br /&gt;40 Masalah Agama III, penerbit Pustaka Tarbiyah, karangan KH.Siradjuddin Abbas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISMUL A'ZHOM&lt;br /&gt;Ismul A'zhom adalah merupakan sebuah doa yang terdapat di dalamnya rangkaian dari beberapa Nama-Nama ALLAH yang indah (Asmaul Husna). Dan banyak ulama ahli hikmah yang menggunakan sarana doa Ismul A'zhom ini untuk tujuan keilmuhikmahan mereka, di antaranya untuk kekebalan atau keselamatan dari segala bencana dan kejahatan. Karena khasiat dari Ismul A'zhom adalah apabila berdoa pasti dijawab dan apabila meminta pasti diberikan oleh ALLAH SWT. Sedangkan bunyi dari doa Ismul A'zhom itu ada yang berasal dari Nabi Muhammad SAW langsung dan ada juga buatan para ulama.&lt;br /&gt;Adapun menurut hadits Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan dari Baridah ra. dia berkata :&lt;br /&gt;"Nabi SAW pernah mendengar seseorang berdoa yang mengucapkan, "Allaahumma inni as-aluka bi-annii asyhadu annaka antallaahu laa ilaaha illaa antal ahadush shomadul ladzii lam yalid walam yuulad walam yakullahuu kufuwan ahad." (artinya : Ya ALLAH sesungguhnya aku minta kepada-Mu dengan bahwa aku bersaksi bahwa Engkau adalah ALLAH yang tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang Maha Esa lagi Maha Tempat Meminta, yang tidak beranak dan tidak dilahirkan dan tidak ada yang menyamainya oleh sesuatu apapun).&lt;br /&gt;Baridah ra. kembali berkata : "Nabi (kemudian) berkata, "Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh orang itu meminta kepada ALLAH dengan Ismul A'zhom (nama-Nya yang Agung), yang apabila dia berdoa dengan Ismul A'zhom tersebut maka ALLAH akan menjawabnya, dan apabila dia meminta dengan Ismul A'zhom tersebut maka ALLAH akan berikan".&lt;br /&gt;(Hadits Riwayat Imam Abu Daud, Turmudzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Ismul A'zhom itu terdapat juga pada dua ayat Al Qur'an yaitu : Wa ilaahukum ilaahuwwaahid, laa ilaaha illaa huwarrohmaanurrohiim. Dan juga pada pembukaan surat Ali 'Imron yaitu : Alif Laaam Miiiim. Allaahu laa ilaaha ilaa huwal hayyul qoyyuum. Ada juga dalam ayat Kursyi serta doa Nabi Yunus as yaitu : Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhoolimiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISTILAH-ISTILAH DAN DALIL&lt;br /&gt;DALAM ILMU HIKMAH&lt;br /&gt;(Last update 13-04-2002)&lt;br /&gt;Dalil-dalil berikut ini kami ambil dari beberapa sumber yang kami miliki seperti Al Qur'an, Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi, Mukhtarul Ahadits An Nabawiyyah, Khozinatul Asror dan lain-lain.&lt;br /&gt;1 KHASIAT ZIKIR&lt;br /&gt; • PERTOLONGAN ALLAH BAGI YANG ZIKIR. Sesungguhnya ALLAH berfirman, "Aku bersama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku" (HR. Ahmad dari Abu Huroiroh)&lt;br /&gt;• TERKABULNYA DOA TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH. ALLAH berfirman, "ANA 'INDA ZHONNI 'ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA DZAKARONII". Artinya : "Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya jika dia mengingat dan menyebut-Ku"&lt;br /&gt;• ZIKIR ATAU WIRID ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS). Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;2 MA'UNAH&lt;br /&gt; • MA'UNAH BAGI MANUSIA. Sesungguhnya ALLAH akan menurunkan MA'UNAH (Pertolongan) seukuran saat yang ditentukan dan akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya) (HR. Ibnu 'Adi dari Abu Hurioiroh)&lt;br /&gt;• HAKIKAT MINTA TOLONG. Kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (Surat Al Fatihah ayat 5)&lt;br /&gt;• TAWASSUL (PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH. Dan minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat (Surat Al Baqoroh ayat 45)&lt;br /&gt;• BANTUAN MALAIKAT. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)&lt;br /&gt;• PERTOLONGAN BAGI YANG SELALU INGAT ALLAH. Nabi SAW bersabda, "TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH". Artinya : "Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu dikala susah" (Hadits Muttafaq 'Alayhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 DOA'&lt;br /&gt; • DOA MENOLAK TAKDIR. Sesungguhnya seseorang akan susah rizikinya karena dosa yang meinpanya, tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali Do'a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat baik (HR. Ibnu Hiban dari Tsauban)&lt;br /&gt;• MENOLONG DENGAN DOA. Doanya orang Islam untuk saudaranya (seiman) pada saat temannya tidak mengetahuinya akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa itu ada malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan baik, maka berkatalah malaikat itu : "AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH), dan bagi kamu seperti tu" (HR. Ahmad dari Abu Darda')&lt;br /&gt;• DOA ORANG YANG DIANIAYA PASTI DIKABULKAN. Takutlah terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada penghalang antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;4 RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA)&lt;br /&gt; • BISA MENJADIKAN SYIRIK PEMAKAINYA. Diterima dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik." (Ibnu HIbban)&lt;br /&gt;• JAMPI YANG BERMANFAAT. Tidak ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit 'Ain (mata jahat) dan keracunan (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;• BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT. Rasulullah SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit 'Ain, keracunan dan kesemutan" (HR. Imam Muslim dari Anas)&lt;br /&gt;• MANTRA SUCI. Dari Abu Sa'id Al Khudry, sesungguhnya Jibril as pernah mendatangi Nabi SAW lalu berkata, "Hai Muhammad, apakah kau telah mengadu". Nabi menjawab, "Ya". Lalu Jibril as berkata, "Dengan nama ALLAH aku menjampi-jampi kamu, dari segala penyakit yang menyakitimu, dan dari segala jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH akan menyembuhkanmu, dengan nama ALLAH aku menjampi kamu (HR. Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai)&lt;br /&gt;• JAMPI YANG BERMANFAAT. Sahl bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, "Apakah jampi-jampi itu baik?" Nabi menjawab, "Tidak ada jampi-jampi yang lebih bermanfaat kecuali untuk peyakit mata jahat, keracunan dan sengatan binatang berbisa" (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;• BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT. 'Aisyah berkata, "Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi untuk penyakit sengatan/patukan ular dan kalajengking" (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;• JAMPI ATAU MANTRA BOLEH ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI'AT. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, "Sebagian sahabat Rusulullah SAW pernah disengat/patuk ular maka Nabi SAW berkata, "Apakah ada orang yang menjampinya?. Maka sahabat menjawab, "Sesungguhnya keluarga Hazm mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan/patukan ular, maka ketika Engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi tersebut." Nabi bersabda, "Panggillah 'Umaroh bin Hazm !" Lalu mereka memanggilnya lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, "Tidak apa-apa jampi-jampinya". Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca jampi-jampinya. (HR. Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad)&lt;br /&gt;5 AZIMAT, RAJAH, WIFIQ&lt;br /&gt; • AZIMAT BERUPA TULISAN AL QUR'AN. Sekumpulan ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Al Qur'an untuk penyakit 'Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan tulisan tersebut. Berkata Imam Mujahid, "Tidak apa-apa menulis Al Qur'an dan membasuhnya dan meminumkannya kepada orang sakit". Dan seperti itu juga diriwayatkan dari Abi Qilabah. Dan disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas bahwa beliau menyuruh menulis 2 ayat Al Qur'an untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya dan meminumnya. Dan berkata Ayub, "Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis tulisan sebagian dari Al Qur'an lalu membasuhnya dengan air dan meminumkannya kepada seseorang laki-laki yang punya penyakit" (Kitab AT Thibbun Nabawi halaman 133)&lt;br /&gt;• KHASIAT DAN KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU MEMANG BOLEH ADA. Benda bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke wajah ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku" (Surat Yusuf ayat 93)&lt;br /&gt;• ULAMA MEMBOLEHKAN. Telah berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, "Jikalau Al Qur'an ditulis di sebuah lauh (papan/batu tulis) atau pada bejana kemudian membasuhnya (tulisan tersebut) kemudian meminum air basuhan tersebut oleh orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu Qilabah dan Auza'i : ' Tidak apa-apa dengannya' . Tapi An Naha'i memakruhkannya". Telah berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya,"Jika menulis Al Qur'an di makanan yang manis atau makanan (lainnya) maka tidak apa-apa memakannya". Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al Qur'an. Ibnu Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga dilarang karena menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67)&lt;br /&gt;• MEDIANYA HARUS HALAL. Imam Ahmad dan lainnya menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur'an untuk orang yang kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi (media/bahan) yang dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh menulisnya dengan selain Al Qur'an seperti tulisan-tulisan yang tidak dimengerti artinya dari bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeda-beda, karena mengandung di dalamnya kekafiran. Materi (media)nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya yang termasuk najis karena haram bahkan kafir. Tidak boleh juga semisal membolak-balikkan huruf Al Qur'an. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof)&lt;br /&gt;6 SIHIR&lt;br /&gt; • PENGERTIAN SIHIR. Sihir adalah kekuatan gaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya, dimana kekuatan gaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau syetan), dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti diceritakan dalam Asbabun Nuzul surat Al Falaq dan An Nas yaitu ketika Nabi SAW sakit seolah mendatangi istri-istrinya ternyata tidak, dan ternyata setelah diberitahu oleh Malaikat, sihirnya ada pada sebuah sumur dan berupa tali yang disimpul-simpulkan. 'Aisyah ra. berkata, "Rasulullah SAW pernah disihir sehingga beliau sungguh berkhayal bahwa dirinya mendatangi istri-istrinya padahal beliau tidak mendatangi istri-istri beliau." (HR. Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad). Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100)&lt;br /&gt;7 TRANSFER ILMU GAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI&lt;br /&gt; • SARANA AIR DAN GARAM YANG DIYAKINI DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEBELUM ADA PENELITIAN ILMIAH OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODERN. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Ketika Rasulullah SAW solat, ketika sujud beliau disengat oleh kalajengking pada jari-jarinya. Maka berpalinglah Rasulullah SAW dan beliau berkata, "Semoga ALLAH melaknati kalajengking itu, selama kau tinggalkan Nabi dan selainnya". Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kemudian Nabi meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu beliau memulai meletakkan air dan garamnya tersebut ke tempat luka sengatan tadi dan beliau membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang" (Kitab Ath Thibbun Nabawi halaman 141)&lt;br /&gt;• SARANA TANAH. Dari 'Aisyah ra dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu sakit atau ada yang punya bisul/kudis atau luka, maka beliau berkata dengan jari-jarinya seperti ini (Dan Sufyan meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian mengangkatnya) dan beliau berkata, "Dengan Nama ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, agar orang sakit kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami." (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;8 TIUPAN KE BENDA MATI&lt;br /&gt; • TIUPAN KE TUBUH. Dari 'Aisyah dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, beliau meniup kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca) Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian beliau mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya tersebut dan mengusap bagian tubuh mana saja yang tangannya sampai." (HR. Imam Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;9 ISTIKHDAM (BANTUAN MAKHLUK)&lt;br /&gt; • KHODDAM MALAIKAT. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)&lt;br /&gt;• KHODDAM JIN. ALLAH berfirman, "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (Al Qur'an surat An Naml ayat 17)&lt;br /&gt;• HARAM BERLINDUNG KEPADA JIN. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Surat Al Jin ayat 6)&lt;br /&gt;10 JUMLAH WIRID / ZIKIR&lt;br /&gt; • SEDIKIT TAPI TERUS MENERUS. Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;• DISUNNAHKAN JUMLAHNYA GANJIL. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil, Dia juga mencintai yang berjumlah ganjil."&lt;br /&gt;• DIULANGI TERUS AGAR TAMBAH YAKIN. Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda, "Apabila kamu mengadu sakit, maka letakkanlah tangan kamu ditempat yang sakit, kemudian katakanlah, "Dengan Nama ALLAH, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan apa yang aku dapatkan dari sakitku ini", kemudian angkatlah tanganmu kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil" (HR. Imam Turmudzi)&lt;br /&gt;11 IKHLAS&lt;br /&gt; • IKHLAS ADALAH KARENA ALLAH. Katakanlah, "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesat alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya". (Surat Al An'am ayat 162-163)&lt;br /&gt;• AMAL DITERIMA JIKA IKHLAS. Diriwayatkan dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH Ta'ala tidaklah menerima suatu amal kecuali jika dilakukan secara ikhlas dan yang dicari adalah wajah ALLAH." (HR.An Nasa-i)&lt;br /&gt;• IKHLAS MENJAUHKAN DARI NERAKA. Sesungguhnya ALLAH Ta'ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah ALLAH. (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;12 KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT, ILMU SABDA (sekali ucap langsung nyata)&lt;br /&gt; • FIRASAT YANG BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH. Nabi SAW bersabda, "ITTAQUU FIROOSATAL MU'MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI". Artinya : "Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu'min) karena ia melihat dengan cahaya ALLAH" (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;• PERKATAAN YANG BENAR KARENA BANTUAN MALAIKAT. Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu Adam dengan sesuatu yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan buruk". (HR. Bayhaqy)&lt;br /&gt;13 UPAH JASA HIKMAH&lt;br /&gt; • BOLEH MINTA UPAH. Abu 'Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa'id Al Khudri ra. dia berkata: "Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu peperangan 30 pengendara. Maka turunlah kami di suatu kaum orang Arab lalu kami minta mereka untuk menjadikan kami tamu mereka. Maka mereka menolak. Kemudian disengatlah ketua suku mereka oleh kalajengking lalu mereka berkata, Apakah pada kamu ada seseorang yang bisa menjampi dari sengatan kala jengking? Maka aku katakan : Ya, aku. Akan tetapi aku tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan kami sesuatu. Mereka menjawab, Kami akan berikan kalian 30 kambing. Abu Sa'id berkata maka aku baca ALHAMDULILAHI ROBBIL 'AALAMIIN (Surat Al Fatihah) 7x atas sengatan tersebut. Maka ketika kami menggenggam seekor kambing, disodorkanlah kepada kami. darinya. Lalu kami manahan diri sehingga mendatangi Nabi SAW. Maka kami sebutkan demikian itu kepada beliau. Lalu Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahwa Al Fatihah itu adalah jampi. Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu."&lt;br /&gt;• BOLEH AMBIL UPAH DARI PENGOBATAN DENGAN AL QUR'AN. Seorang sahabat Nabi SAW berkata : Aku telah mengambil upah atas kitab ALLAH (setelah mengobati orang dengan Kitab ALLAH)) sehingga kami tiba di Madinah. Lalu sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia telah mengambil upah atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi 'Alayhis Sholaatu was Salaam, Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah adalah Kitab ALLAH. (HR. Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu 'Abbas ra)&lt;br /&gt;• UPAH ITU BAGIAN DARI AL QUR'AN. Abu Nu'aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, "Telah besabda Nabi 'Alayhis Sholatu was Salam, 'Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur'an, maka demikian itu bagiannya dari Al Qur'an.'"&lt;br /&gt;• IMAM MADZHAB SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH. Para Imam Madzhab yang 3 dan sebagian Ulama' Madzhab Hanafi dari golongan Ulama Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan hadits-hadits ini (di atas) tentang mengambil upah.&lt;br /&gt;• TIDAK WAJIB MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH. Dalam Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly : Tidak boleh mengambil/meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajari Al Qur'an, Fiqih, jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan/zikir, hajji dan perang, maksudnya TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah, BOLEH. Seperti itu juga (membolehkan upah) pendapat Imam Syafi'i, Nashir, 'Ishom, Abu Nashr, dan Abul Layts (semoga ALLAH TA'ALA merahmati mereka)&lt;br /&gt;(Ketiga hadits dan pendapat ulama tersebut dapat dilihat di kitab Khozinatul Asror halaman 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIPER METAFISIK&lt;br /&gt;Manusia terlahir dengan kondisi yang selemah-lemahnya mahluk. Ia harus mendapatkan perlakuan yang mendukung perkembangan secara fisik maupun mental untuk siap menghadapi tantangan hidup di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan fisik dengan melengkapi kebutuhan akan gizi dan perawatan kesehatan insya Allah akan menjadikan manusia kecil tadi tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya manusia dewasa yang sehat. Orang tua melengkapi dengan pendidikan yang baik, tentu saja dengan harapan dirinya kelak akan berhasil dalam kehidupan di dunia nyata ini. Ungkapan tersebut banyak ditemukan dalam literatur yang beredar saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari segi mental spiritual (non fisik) kita tidak banyak mengetahuinya. Banyak hal yang kita lakukan untuk keperluan mental spiritual hanya sebagai sebuah wacana dan tradisi budaya maupun kepercayaan yang bersifat kebiasaan atau turun temurun. Padahal pada kenyataannya kita tidak mengetahui apa yang ada dan terjadi pada diri kita secara spiritual, dikarenakan keterbatasan kita akan pengetahuan spiritual itu sendiri. Diantaranya kita tidak mengetahui berapa besar rintangan yang kelak kita hadapi, yang timbul dari diri sendiri maupun dari luar diri sebagai manusia, berapa besar keberuntungan diri, seberapa mampu kita menguasai ataupun menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, manajemen dan lain sebagainya. Kita dituntut untuk lebih menggunakan rasio dan agak di tabukan membicarakan sisi mental dan spirirtual secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan rasio, dalam rangka meraih keberhasilan sering kita dengar kalimat "tergantung seberapa besar usaha kita secara pribadi untuk memperolehnya". Sebuah keseriusan dalam bentuk usaha keras terus menerus yang harus diiringi dengan keserasian fisik serta mental dalam pelaksanaannya. Keduanya secara seiring akan terus teruji hingga akhir hayat kita. Banyak sudah contoh yang kita lihat di dunia ini tentang kehebatan fisik dan mental seorang anak manusia dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Sebut saja seorang Nelson Mandela, seorang anak manusia yang demikian tegarnya menghadapi deraan hidup lahir batin, dipenjara selama 27 tahun, yang pada akhirnya menjadi seorang presiden di negaranya, Afrika Selatan. Ayattullah Ruhullaah Khomeini, berhasil menjadi pemimpin yang dicintai di negaranya Iran setelah sekian lama hidup dalam pengasingan. Bunda Theresa yang mencurahkan semua kemampuan lahir batinnya (seorang diri) kepada kaum papa hingga akhir hayatnya. Ketiganya menjadi tokoh dunia yang sangat dikenal dan menjadi sebagian contoh yang menunjukkan kehebatan manusia secara fisik maupun mental secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menarik untuk dikaji mengingat banyak pula kerusakan yang dilakukan oleh manusia. Peperangan yang mengakibatkan banyak korban manusia, penindasan satu terhadap lainnya, kebenaran yang diputar balikkan, dan sebaliknya yang salah terlihat benar. Hitler, Polpot, dan Westterling adalah sebagian tokoh diantara sekian banyak tokoh penghacur nilai-nilai kemanusiaan. Perbuatan mereka merupakan contoh masalah yang terjadi pada manusia dan kemanusiaan yang dilakukan oleh manusia sendiri. Masalah yang sangat memprihatinkan, karena pada kenyataannya berakibat langsung kepada manusia baik secara pribadi, bangsa, negara, hingga ke tingkat internasional. Hal ini pada kenyataannya masih terjadi hingga saat ini. Mengapa hal ini terjadi ? Mari kita renungkan bersama !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUALITAS JATIDIRI MANUSIA&lt;br /&gt;HMA Bijak Bestari melihat fenomena tersebut di atas sebagai sebuah tantangan kemanusiaan. Apa penyebabnya dan apa pula jalan keluarnya?&lt;br /&gt;Melalui sebuah keilmuan yang diberinya nama Hiper Metafisik, HMA Bijak Bestari secara terus menerus meneliti dan mengkaji hingga menemukan bahwa " secara fisik manusia lahir setara, namun yang membedakan adalah kualitas jati diri (kualitas Ruhani), yaitu segala karakter dan kemampuan-kemampuan potensial ruhani yang ada di dalam diri setiap manusia". Kualitas jati diri adalah sebuah parameter yang menunjukan kualitas diri seorang manusia diukur dari segala aspek kehidupannya baik secara harizontal maupun vertikal dalam waktu tertentu. Kualitas jati dirilah yang menentukan secara mutlak mengenai baik buruk, berhasil atau tidak berhasil, seluruh kualitas hidup dan kehidupan seorang menusia di dunia nyata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIPER METAFISIK&lt;br /&gt;Seperti telah diutarakan di atas bahwa kualitas jati diri manusia yang berbeda menjadikan manusia memiliki karakter yang juga beragam, tingkat kemampuan pribadi (kecerdasan, kendali emosi, keakuan, keberuntungan dll), hingga potensi tingkat keberhasilan yang berbeda pula. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya kita mengetahui, meningkatkan dan memaksimalkan kualitas jati diri ketingkat yang setinggi-tingginya . Namun bagaimana caranya ? Pada hal bagi kebanyakkan kita hal ini bahkan tak terfikirkan. Bagaimana pula kita menilai sebuah contoh fenomena berikut ini? Ada seseorang yang berpotensi dasar menjadi seorang presiden, tetapi terhenti hanya di tingkat gubernur, berpotensi menjadi seorang profesor namun terhenti pada tingkat sarjana (S1) saja. Mengapa demikian ? Apa rintangannya ? Sulit disimpulkan melalui akal sehat saja, apabila ternyata usaha yang telah dilakukannya sudah maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiper Metafisik dapat menyimpulkan bahwa "setiap manusia diberi kemampuan potensial yang luar biasa oleh Allah". Namun pada kenyataannya potensi tersebut belum banyak tergali, termasuk didalamnya kemampuan untuk mengetahui kualitas jati diri sendiri, potensi apa yang dimiliki, sejauh mana keberhasilan yang dapat kita peroleh dan kemampuan untuk meningkatkan keberhasilan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keilmuan hiper metafisik menemukan cara mengenali kualitas jati diri, kemampuan diri,dan kemungkinan tertinggi keberhasilan yang dapat diperoleh seseorang. Bagaimanakah cara tersebut ? untuk itu marilah kita telaah terlebih dahulu mengenai keilmuan Hiper Metafisik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiper Metafisik terdiri atas kata Hiper yang berarti suatu keadaan yang amat luar biasa, Meta; sesuatu yang tak kasat mata manusia biasa, fisik; wujud dan pernyataan keberadaan. Sehingga secara bebas hiper metafisik berarti suatu keadaan yang amat sangat luar biasa, yang tak tampak oleh mata manusia biasa, namun nyata keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti keilmuan hiper metafisik adalah bagaimana cara mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta, yang didalamnya antara lain adalah memerangi diri sendiri, menyadari diri sendiri,dan apa tujuan akhir hidup kita ini.&lt;br /&gt;Pengetahuan Hiper Metafisik juga membahas tentang manusia dan alam ciptaan-Nya, serta eksistensi-Nya. Baiklah, mari kita bahas mengenai alam ciptaan-Nya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA HIPER METAFISIK&lt;br /&gt;Secara Fisik manusia mempunyai kualitas yang sama, Dimensi Alam 3. Sedangkan kenyataannya dimensi alam rata-rata manusia bumi saat ini masih berada pada kualitas dimensi Alam 7. Kualitas yang dapat kita lihat dari tingkah laku dan tingkatan problematika global yang ada saat ini. Idealnya manusia bumi berada pada kualitas dimensi alam 43, bahkan ada manusia yang mencapai kualitas Dimensi Alam 90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatih hiper metafisik dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus serta menjaga kualitas kehidupan sehari-hari (berusaha selalu positif) akan secara otomatis meningkatkan kualitas jati diri seseorang. Keduanya, bidang duniawi dan spiritual sebaiknya berjalan seiring (seimbang). Perlu juga diingat bahwa tidaklah mutlak bagi seseorang untuk mengembangkan kualitas jati dirinya dari hanya segi spiritual saja. Pengembangan kualitas jati diri dapat pula dilakukan dengan menjadi ahli dibidangnya dengan tingkat sehebat-hebatnya.&lt;br /&gt;Lalu apakah ada manusia yang bukan dari kalangan spiritual dapat mencapai kualitas dimensi alam yang tinggi? Jawabannya adalah mutlak dapat dicapai, karena kualitas jatidiri yang tinggi dapat diraih dengan usaha-usaha yang bermanfaat positif untuk kehidupan manusia banyak dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh manusia berkelas dunia yang berkualitas jatidiri Hiper Metafisik antara lain : Ir. Soekarno, Bunda Theresa, Bill Clinton, Stephen Hawking, Albert Einstein, Ayattullah Khomaini dll.&lt;br /&gt;Bagaimana pulakah manusia yang berkualitas jati diri rendah namun sangat besar pengaruhnya. Umumnya keunggulan mereka adalah pada sisi power non phisik seperti contoh ; Hitler, Marlin Monroe, Pol Pot, Westerling dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda seseorang yang sudah meraih Dimensi Alam Hiper Metafisik tersebut diantaranya merasakan ketenangan di dalam diri, memiliki kesabaran yang tinggi dan kendali emosi yang semakin baik, memiliki kemampuan berkonsentrasi semakin baik, usaha-uasaha bersifat duniawi (ekonomi maupun karir) semakin lancar, memiliki rasa damai dengan sesama kapan dan dimanapun, mudah membina hubungan baik dengan banyak orang serta meraih kondisi kesehatan yang semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang sudah merasakan tanda-tanda tersebut di atas, dan berlatih metode getaran dengan berdzikir lebih lanjut, maka orang tersebut memiliki kemampuan-kemampuan Hiper Metafisik a.l. : dapat memelihara kesehatannya sendiri bahkan dapat menolong menyembuhkan orang lain dari penyakit-penyakit medis/non-medis, kemampuan memberikan pertolongan penyelesaian atas permasalahan-permasalahan kehidupan manusia baik bersifat pribadi, keluarga maupun masyarakat, bahkan mempunyai kemampuan untuk memberikan pertolongan penyelesaian atas permasalahan-permasalahan kehidupan manusia dalam skup nasional dan Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN HIPER METAFISIK&lt;br /&gt;Hiper metafisik menawarkan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas jati diri pribadi maupun memaksimalkan potensi pribadi, antara lain :&lt;br /&gt;1. Metode berdzikir atau berdo'a yang diulang-ulang&lt;br /&gt;2. Metode getaran&lt;br /&gt;3. Metode pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Metode berdzikir atau berdo'a dalam berlatih hiper metafisik menggunakan kalimat atau bacaan yang umumnya telah dikenal.&lt;br /&gt;-Metode getaran memiliki keunggulan lebih kurang 14 kali lipat dari metode biasa lainnya, karena terdapat pola resonansi (ikut bergetar) fisik terhadap kalbu.&lt;br /&gt;¨ Metode pernafasan diperkenalkan dengan metode tahan nafas baik dengan getaran maupun tanpa getaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Kebal adalah suatu ilmu yang bersifat melindungi diri yang memilikinya dari segala serangan yang nyata ataupun yang tak terlihat. Ilmu kebal ada yang melindungi daerah sekitar tubuh, ada juga yang melindungi kulit atau rambut.&lt;br /&gt;Berdasar tujuan, ilmu kebal terbagi dua, yaitu:&lt;br /&gt;1. Ilmu Kebal Defensif: yaitu ilmu kebal yang hanya bereaksi di saat diserang musuh atau di saat dibutuhkan. Tidak dapat dibuat permainan. Umpamanya jika suatu saat diserang musuh yang membawa senjata tajam atau senjata api. Serangan senjata tajam atau api tidak akan melukai kulit, atau tidak mengenai sasaran sama sekali. Atau yang menyerang akan terpental. Pemilik ilmu kebal defensif ini dituntut untuk yakin dan bersabar. Meyakini diri mempunyai ilmu kebal, akan membangkitkan ilmu kebal itu sendiri. Dan sebaliknya jika tidak yakin, ilmu kebal defensif tidak akan datang. Ilmu kebal defensif ini bisa juga ditest keberadaanya dengan cara membacok tangan sendiri. Semakin yakin membacoknya, maka semakin berfungsi ilmu tersebut. Tetapi jika ragu-ragu, malah justru terluka.&lt;br /&gt;2. Ilmu Kebal Agressif, yaitu ilmu kebal yang hanya dipakai dalam demonstrasi saja. Tidak bisa dipakai untuk keselamatan. Kekuatannya memang tampak mengagumkan. Seperti disilet tidak terluka dan lain-lain. Tapi ilmu ini memang hanya untuk permainan, tidak dapat diandalkan untuk keselamatan diri. Beda halnya dengan Ilmu Kebal Defensif.&lt;br /&gt;Di dalam ilmu hikmah, para kyai dan ustadz hanya mengajarkan ilmu kebal defensif, karena jika diajarkan ilmu kebal agressif bisa membuat orang menjadi sombong. Ilmu kebal agressif semacam Debus, banyak dipelajari oleh para pemain akrobat atau seni atraksi.&lt;br /&gt;Tetapi sangat disayangkan sekali, adanya kebanyakan orang yang hanya tertarik dengan ilmu kebal Agressif. Dikarenakan bisa langsung dibuktikan. Pandangan seperti ini justru membahayakan bagi diri sendiri. Yang dituju dari ilmu kebal adalah keselamatan, bukan permainan.&lt;br /&gt;Dalam Majlis Ta'lim dan Majlis Dzikir TAQORRUBAN ini hanya diajarkan ilmu Kebal Defensif saja. Dengan keyakinan dan keikhlasan serta kesabaran terhadap diri sendiri dan terhadap doanya kepada ALLAH, Insya ALLAH, kita akan selamat di dunia dan di akhirat. Aamiin.&lt;br /&gt;PUSTAKA ILMU KEBAL&lt;br /&gt;Anda ingin memiliki kemampuan kebal dari segala jenis senjata tajam? Miliki tekniknya :&lt;br /&gt;Klik di daftar teknik ini untuk mengaksesnya :&lt;br /&gt;• TEKNIK 1 - Dengan zikir YA QOWIYYU YA MATIIN&lt;br /&gt;• TEKNIK 2 - Dengan zikir 1 Menit&lt;br /&gt;• TEKNIK 3 - Dengan Asma Sembilan&lt;br /&gt;• TEKNIK 4 - Dengan Baju Besi&lt;br /&gt;• TEKNIK 5 - Dengan Ajian Peluru Laksana Air&lt;br /&gt;• TEKNIK 6 - Dengan Puasa 1 HarI 1 Malam&lt;br /&gt;• TEKNIK 7 - Dengan Kebal Bacok/Iris&lt;br /&gt;• TEKNIK 8 - Dengan Mantra Daya Waja&lt;br /&gt;• TEKNIK 9 - Dengan Solawat&lt;br /&gt;• TEKNIK 10 - Dengan 2 Surat Alam&lt;br /&gt;• TEKNIK 11 - Ajian Pupuh Bayu&lt;br /&gt;• TEKNIK 12 - Dengan SInar Gaib&lt;br /&gt;• TEKNIK 13 - Ajian Kumayang Jati&lt;br /&gt;• TEKNIK 14 - Dengan ZIkir ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHOWARIQ LIL 'ADAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khowariq Lil 'Adah adalah suatu keluarbiasaan pada beberapa makhluk yang diberikan oleh ALLAH SWT. Dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu yang bersifat baik dan yang bersifat tidak baik. Keduanya tetap diciptakan oleh ALLAH SWT. Tetapi makhluk-Nya yang mengolahnya atau memilihnya. ALLAH hanya memberitahu yang baik dan yang tidak baik. Makhluk-Nya tinggal memilih. Jika dipilih yang baik, maka dia mengikuti taqdir baik, dan sebaliknya jika dipilih yang buruk, maka dia mengikuti taqdir buruknya. Dan kadang makhluk harus mengikuti kehendak ALLAH SWT tanpa ada tawar menawar lagi, seperti taqdir seseorang harus lahir sebagai orang Indonesia, tidak bisa memilih lahir sebagai warga negara lain. Atau seseorang harus menerima mushibah yang datang, maka orang itu tidak bisa menghindarinya. Kejadian dari taqdir yang tidak bisa dipilih adalah merupakan rahasia ALLAH yang dapat diambil hikmah yang terpendam di dalamnya. Mungkin taqdir seperti itu bersifat ujian, teguran atau hukuman bagi orang tersebut.&lt;br /&gt;Contoh Khowariq Lil 'Adah adalah :&lt;br /&gt;1. Mu'jizat, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para Nabi dan Rasul, seperti tongkat bisa berubah jadi ular bagi Nabi Musa as, keluar air dari jari-jari Nabi Muhammad SAW dll&lt;br /&gt;2. Karomah, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para sahabat Nabi dan para waliyyullah, seperti bisa terbang di udara, mengubah buah menjadi emas, tahan lapar berhari-hari, ditakuti setan seperti karomah Sayyidina Umar bin Khoththob ra dan lain-lain&lt;br /&gt;3. Ma'unah, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para makhluk-Nya yang soleh, banyak berbuat kebaikan dibanding keburukannya. Seperti lolos dari kejaran musuh, ditabrak mobil tidak luka, kebal di saat diserang musuh dll. Ilmu hikmah masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;4. Istidroj, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para makhluk-Nya yang banyak berbuat dosa atau kepada orang non muslim (kafir). Seperti punya kekuatan jin, meramal dengan hitungan atau dengan bantuan jin, istikhdam (minta bantuan jin), zodiak (ilmu nujum/perbintangan), azimat, tangkal, tathoyyur (meramal dengan burung), meramal dengan bulan safar, ruqyah (mantra), santet, sihir dengan kekuatan diri sendiri dan sihir dengan bantuan jin dan lain-lain&lt;br /&gt;5. Irhas, keajaiban yang ALLAH berikan hanya pada anak kecil, seperti pada Nabi Isa Al Masih yang bisa berbicara di saat masih bayi&lt;br /&gt;Adapun Khowariq Lil 'Adah yang dibolehkan adalah harus meliputi 3 syarat :&lt;br /&gt;1. Sumbernya dari hal yang dibolehkan oleh agama Islam, seperti dari Al Qur'an, Doa, Dzikir, Hizib, Rotib, Solawat dan lain-lain&lt;br /&gt;2. Caranya tidak bertentangan dengan agama Islam, seperti dengan membaca Al Qur'an, membaca amalan wirid, pernafasan tenaga dalam dan lain-lain&lt;br /&gt;3. Tujuannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti untuk membantu orang lain, mendoakan baik, dan lain-lain&lt;br /&gt;Adapun tentang meramal, hukumnya haram dan mempercayainya haram juga dan dosanya seperti mendustai Nabi Muhammad SAW. Ilmu meramal dapat berbentuk zodiak (ilmu nujum/perbintangan), ilmu falak, meramal nasib dengan bantuan jin, meramal dengan indera ke enam, meramal masa lalu, sekarang dan masa akan datang dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;Adapun Firasat orang beriman adalah anugerah ALLAH, dan biasanya selalu tepat dikarenakan firasat seorang yang beriman melihatnya dengan Nur ALLAH (cahaya ALLAH). Dan ini beda dengan meramal. Dan firasat ini tidak boleh digunakan untuk meramal. Karena biasanya firasat akan datang tanpa diundang. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ittaquu firoosatal Mu'min, fa innahu yanzhuru binuurillah", artinya, "Takutlah kamu kepada firasatnya orang mu'min, karena dia melihat dengan Nur ALLAH".&lt;br /&gt;Adapun azimat/tangkal sebagian ulama mengharamkannya sedangkan lainnya membolehkan atau memakruhkannya. Yang mengharamkannya beranggapan azimat itu termasuk syirik. Dan yang membolehkan atau memakruhkannya beranggapan syirik itu tergantung keyakinannya. Jika meyakini bahwa azimat itu tidak ada kekuatannya kecuali ALLAH yang memberi maka ini tidak menyebabkan syirik. Adapun azimat atau benda yang bisa dibuktikan memiliki kekuatan atau khasiat seperti buah-buahan yang berkhasiat mengobati penyakit, obat yang menyembuhkan atau benda-benda yang menurut hasil foto kamera Kirlian memiliki kekuatan gaib atau aura adalah sama dengan azimat yang memang dibuat oleh tangan manusia. Jika benda semacam itu diyakini memiliki kekuatan tanpa pemberian dari ALLAH, maka ini yang disebut syirik. Meyakini adanya sesuatu tanpa penciptaan ALLAH dahulu, berarti meyakini ada yang sebanding atau lebih tinggi dari ALLAH. Jadi obat, azimat, buah dan lainnya tidaklah memiliki kekuatan, baik kekuatan gaib atau kekuatan yang masuk akal sekalipun, kecuali atas kehendak ALLAH. Bukti menyebutkan bahwa kalau sakit kepala tidak mungkin orang minum Promaag (obat sakit maag). Dan bukti juga menyebutkan bahwa banyak yang minum obat dari dokter yang juga tidak bisa menyembuhkan sakitnya. Ini bukti kalimah LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari ALLAH SWT.&lt;br /&gt;Adapun berkah memang ada. Dan berkah itu adalah sesuatu yang bermanfaat yang ada pada suatu benda, misalnya pada makanan. Makanan yang baik dan berkah membuat tubuh sehat. Dan berkah juga bisa akibat adanya bacaan ayat Al Aqur'an, doa-doa atau zikir-zikir yang dibaca. Seperti ketika istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah, sakit, Nabi membacakan ayat Al Qur'an lalu mengoleskan ludahnya ke bagian yang sakit di tubuh istrinya, Aisyah. Begitu sebaliknya ketika Nabi Muhammad SAW sakit, Aisyah yang membaca ayat Al Qur'annya lalu mengoleskan ludahnya ke tubuh Nabi. Karena itu banyak ulama ahli hikmah dan kebanyakan Nahdliyyiin sering membaca surat Yasin dan meniupkannya ke air untuk diminumkan dan diniatkan untuk keperluannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari Hari Lahir:&lt;br /&gt;- Hanya diketahui dari Tahun 1904 ke atas&lt;br /&gt;- Untuk tahun 1904 s/d 1999, ambil dua digit dari sebelah kanan&lt;br /&gt;- Untuk tahun 2000-2099 ke atas, ambil dua digit dari kanan ditambah 100&lt;br /&gt;- Untuk tahun 2100-2199 ke atas, ambil dua digit dari kanan ditambah 200. Begitu seterusnya ditambah kelipatan 100 untuk tiap abad berikutnya&lt;br /&gt;BULAN TAHUN BUKAN KABISAT TAHUN KABISAT&lt;br /&gt;JANUARI  6 0&lt;br /&gt;FEBRUARI  3 4&lt;br /&gt;MARET  3 3&lt;br /&gt;APRIL  0 0&lt;br /&gt;MEI  5 5&lt;br /&gt;JUNI  2 2&lt;br /&gt;JULI  0 0&lt;br /&gt;AGUSTUS  4 4&lt;br /&gt;SEPTEMBER  1 1&lt;br /&gt;OKTOBER  6 6&lt;br /&gt;NOPEMBER  3 3&lt;br /&gt;DESEMBER  1 1&lt;br /&gt;RUMUS DAN CONTOH :&lt;br /&gt;Contoh : Tanggal lahir 17 Agustus 1945 dan 2 Februari 2000&lt;br /&gt;• Ambil dua digit sebelah kanan dari tahun. Tambahkan 100 jika tahunnya 2000. Contoh : Jika tahun kelahirannya tahun 1945, maka ambil angka 45. Jika tahun 2000, ambil 0 ditambah 100.&lt;br /&gt;• Angka yang diambil tersebut dibagi 4. Sisanya dibuang. Jika sisanya 0, maka tahun tersebut adalah tahun kabisat (gunakan Tabel Tahun Kabisat di atas). Contoh : 45 : 4 = 11 sisa 1 (bukan Kabisat). Untuk tahun 2000 (angka digit yang diambil adalah 0+100=100), maka 100 : 4 = 25 (Kabisat)&lt;br /&gt;• Sisa pembagian tersebut ditambahkan dua digit tahunnya. Maka menjadi 11 + 45 = 56. Dan 25 + 100 = 125&lt;br /&gt;• Lalu hasilnya ditambahkan tanggal kelahirannya. Menjadi 56 + 17 = 73 dan 125 + 2 = 127&lt;br /&gt;• Lalu hasilnya dikurangi dengan kode bulannya. 1945 bukan kabisat, maka pakai tabel Tahun Bukan Kabisat. Jadi Agustus mempunyai kode 4 sedangkan tahun 2000 gunakan Tabel Tahun Kabisat maka Februari kodenya 4. Lengkapnya, 73 - 4 = 69 dan 127 - 4= 123&lt;br /&gt;• Hasilnya dibagi 7. Menjadi 69 : 7 = 9 sisa 6. Dan 123 : 7 = 17 sisa 4&lt;br /&gt;• Lihat sisa pembagian masing-masing yang menunjukkan kode hari kelahirannya dan cocokkan dengan keterangan di bawah ini :&lt;br /&gt;• Sisa 1 = MINGGU&lt;br /&gt;Sisa 2 = SENIN&lt;br /&gt;Sisa 3 = SELASA&lt;br /&gt;Sisa 4 = RABU&lt;br /&gt;Sisa 5 = KAMIS&lt;br /&gt;Sisa 6 = JUM'AT&lt;br /&gt;Sisa 0 = SABTU&lt;br /&gt;• Jadi yang lahir tanggal 17 Agustus 1945, maka hari lahirnya Jum'at dan yang lahirnya 2 Februari 2000 maka hari lahirnya Rabu&lt;br /&gt;Contoh lain : Tanggal 10 Nopember 2000&lt;br /&gt;2000 = Ambil 0 tambah 100 jadi 100&lt;br /&gt;100 : 4 = 25 sisa 0 (Kabisat)&lt;br /&gt;100 + 25 = 125&lt;br /&gt;125 + 10 = 135 (Tambahkan tanggal)&lt;br /&gt;135 - 3 = 132 (Dikurangi kode bulan)&lt;br /&gt;132 : 7 = 18 sisa 6&lt;br /&gt;6 menunjukkan hari Jum'at&lt;br /&gt;Contoh Lain : Tanggal 17 Agustus 1999&lt;br /&gt;1999 = Ambil 99&lt;br /&gt;99 : 4 = 24 sisa 3 (Bukan Kabisat)&lt;br /&gt;99 + 24 = 123&lt;br /&gt;123 + 17 = 140 (Tambahkan tanggal)&lt;br /&gt;140 - 4 = 136 (Dikurangi kode bulan)&lt;br /&gt;136 : 7 = 19 sisa 3&lt;br /&gt;3 menunjukkan hari Selasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT MENGUASAI ILMU HIKMAH SECARA UMUM&lt;br /&gt;1. Beragama Islam&lt;br /&gt;2. Berkeyakinan bahwa ilmu hikmah ada dan dapat dikuasainya&lt;br /&gt;3. Berbaik sangka kepada diri sendiri, kepada ALLAH dan kepada ilmu hikmah itu sendiri bahwa kita harus yakin bisa, yakin ALLAH memberi dan yakin ilmu hikmahnya berguna bagi dirinya&lt;br /&gt;4. Melakukan tirakatan berupa berpuasa jika diharuskan berpuasa, konsentrasi, wiridan/membaca amalannya dengan waktu dan jumlah yang ditentukan. Semakin diwirid, ilmu hikmah semakin mendarah daging hingga ALLAH SWT mudah memberi apa yang kita minta. Pepatah mengatakan, "Setiap wirid pasti ada warid (hasil)". Ketentuan puasa dengan mensyaratkan makanan tertentu hukumnya tidak wajib, sekedar menahan nafsu duniawi dari kebiasaan selama ini, sebagaimana diterangkan dalam Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaylani yang menetapkan murid-muridnya untuk tidak makan daging sebelum sempurna jadi waliyyullah&lt;br /&gt;5. Bila ditransfer ilmu oleh Guru Hikmah, harus diyakini telah masuk ke tubuh anda dan itu bersifat pembangkit. Dan tajamnya ilmu bergantung wiridan atau amalan yang sering dibaca. Ibarat Guru Hikmah hanya memberi pisau tumpul atau tajam, maka akan menjadi atau semakin tajam pisau tersebut jika diasah. Jika tanpa ditransfer oleh Guru Hikmah, ilmu hikmah bisa bangkit tapi lama atau tergantung keberuntungannya masing-masing orang, tetapi jika ditransfer maka akan mempercepat proses bangkitnya suatu ilmu di diri orang tersebut&lt;br /&gt;6. Ilmu Hikmah bersumber dari ajaran Islam atau dari amalan Ulama' Hikmah&lt;br /&gt;7. Ilmu Hikmah akan bermanfaat jika dilakukan untuk kebaikan, tidak untuk kesombongan atau pamer. Atau sok pahlawan&lt;br /&gt;8. Ilmu Hikmah masih tetap ada atau masih bagus dayanya di tubuh orang selama dia menjauhi Minum minuman keras, maling, berzina besar, kafir, memakai narkoba, syirik, main judi&lt;br /&gt;9. Ilmu Hikmah tidak semuanya dapat didemonstrasikan karena sifatnya defensif atau jaga diri atau datang ketika dibutuhkan&lt;br /&gt;10. Ilmu Hikmah bermanfaat jika digunakan untuk keseriusan bukan coba-coba&lt;br /&gt;11. Ilmu Hikmah, mantera dan sejenisnya adalah sarana, atau doa, atau sugesti keyakinan diri dan bukan Tuhan.Dan sarana harus suci dan halal, tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERINGATAN :&lt;br /&gt;Berhubung banyaknya paranormal di zaman sekarang ini, maka bagi anda kaum muslimin muslimat harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Apakah paranormal tersebut benar akidah, syari'at dan akhlaknya? Jika tidak, jangan ikuti atau jangan konsultasi dengannya&lt;br /&gt;Apakah paranormal tersebut menggunakan bantuan jin (istikhdam) ? Jika, ya jangan konsultasi kepadanya. Karena jin tukang tipu. Jika menggunakan kekuatan doa, maka boleh diminta bantuannya&lt;br /&gt;2. Apakah paranormal tersebut suka meramal, entah dengan cara melihat nama, tanggal lahir, kuku, garis tangan, aura, getaran atau lainnya. Jika ya, haram anda mempercayainya dan menghadiahkan sesuatu sebagai imbalan ramalannya. Tapi jika paranormal tersebut dipercaya memiliki firasat bathin yang suci dari Nur ALLAH, seperti ulama yang solih dan waro' (hati-hati dalam beramal), maka ini boleh dijadikan bahan masukan agar bersikap hati-hati. Tetapi jangan dipercaya juga. Karena yang mengetahui masa depan adalah ALLAH SWT. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak bisa mengetahui masa depan kecuali ALLAH SWT yang memberi tahu&lt;br /&gt;3. Apakah ilmu paranormal tersebut bersumber dari yang baik, caranya baik dan tujuannya baik? Jika ya, boleh diikuti, karena banyak paranormal yang memiliki ilmu yang berkhoddamkan jin, bukan malaikat&lt;br /&gt;4. Jika anda belajar ilmu gaib, niatkan amalannya karena ALLAH SWT saja, ikhlas, jangan semata-mata buat ilmu gaibnya, karena justru akan menimbulkan khoddam jin, entah jin muslim atau bukan. Jin muslim pun seperti manusia muslim juga, banyak yang tukang tipu&lt;br /&gt;5. Jadikan amalan dan sarana yang diberikan hanya sebatas sarana dan makhluk saja, jangan dianggap sebanding dengan Tuhan. Tetapi ALLAH berhak dan boleh jadi memberi kekuatan Khowariq lil 'Adah (kekuatan di luar kebiasan) kepada makhluk-Nya&lt;br /&gt;6. Awas, anda bisa terpengaruh dengan atraksi atau demo ilmu mereka, seperti diiris silet, tusuk jarum, jalan di atas api, pecahkan pantat botol, makan silet, makan beling, disiram air keras dan lain-lain. Semua demo atau atraksi mereka sekitar 99% adalah trik saja, bukan karena ilmu mereka. Dapatkan rahasia trik mereka dengan klik DI SINI&lt;br /&gt;Bagi para peminat ilmu hikmah kami, sebelumnya lihat link kami di kiri atas halaman utama ini yaitu : Syarat Ilmu Hikmah, Khowariq Lil 'Adah, Ismul A'zhom dan Ilmu Kebal agar anda paham dulu sebelum memiliki ilmu hikmah dari kami. Ringkasnya, kekuatan ilmu hikmah kami bersumber dari ALLAH, karena itu perhatikan firman ALLAH dalam hadits Qudsi, "ANA 'INDA ZHONNI 'ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA DZAKARONI". Artinya : "Aku tergantung sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya jika dia mengingat-Ku".&lt;br /&gt;Adapun paket ilmu-ilmu kejawen (versi jawa), versi luar negeri (non muslim) di situs kami hanya sebagai pengetahuan saja. Ambil baiknya, pisahkan buruknya. Wassalam...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW Bersabda :&lt;br /&gt;TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH. Artinya : Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH di saat senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu di saat susah (Hadits Muttafaq 'Alayhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;¤Insya allah  apa yang tersurat di kertas ini akan bermanfaat bagi yang membacanya. Amin ya allah¤&lt;br /&gt;nb. maaf saya lupa darimana asalnya artikel ini..bagi sobat yang punya..tolong diikhlaskan ya...Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-1210661477163178222?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/1210661477163178222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/beda-tasawuf-dan-ilmu-hikmah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/1210661477163178222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/1210661477163178222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/beda-tasawuf-dan-ilmu-hikmah.html' title='BEDA TASAWUF DAN ILMU HIKMAH'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-5228810774707253428</id><published>2009-03-02T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:44:18.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>15 hal bila tinggalkan Sholat</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="footer"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"Flat Brush";  mso-font-alt:"Courier New";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter  {mso-style-unhide:no;  mso-style-link:"Footer Char";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.FooterChar  {mso-style-name:"Footer Char";  mso-style-unhide:no;  mso-style-locked:yes;  mso-style-link:Footer;  mso-ansi-font-size:12.0pt;  mso-bidi-font-size:12.0pt;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 82.3pt 1.0in 89.85pt;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:492843639;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1008261884 2030217610 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:.75in;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:16.0pt;  mso-bidi-font-size:16.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:1.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.25in;  text-indent:-.25in;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div  style="border-style: none none solid; padding: 0in 0in 1pt;color:-moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:fuchsia;"   &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t136" coordsize="21600,21600" spt="136" adj="10800" path="m@7,l@8,m@5,21600l@6,21600e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="sum #0 0 10800"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #0 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @3"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 @3 0"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 21600 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 @4 21600"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @5 @6"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @8 @5"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @7 @8"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @6 @7"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @6 0 @5"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="@9,0;@10,10800;@11,21600;@12,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="#0,bottomRight" xrange="6629,14971"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t136" style="'width:436.5pt;" fillcolor="silver" strokecolor="blue"&gt;  &lt;v:fill color2="fill darken(118)" rotate="t" method="linear sigma" focus="100%" type="gradientRadial"&gt;   &lt;o:fill ext="view" type="gradientCenter"&gt;  &lt;/v:fill&gt;  &lt;v:shadow color="#868686"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" string="15 Ancaman bagi&amp;#13;&amp;#10; orang yang meninggalkan&amp;#13;&amp;#10;&amp;quot; S H O L A T &amp;quot;"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img style="width: 614px; height: 59px;" src="file:///C:/DOCUME%7E1/MINANK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="15 Ancaman bagi  orang yang meninggalkan &amp;quot; S H O L A T &amp;quot;" shapes="_x0000_i1025" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:fuchsia;"  &gt;DALAM&lt;b style=""&gt; DUNIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Dicabut keberkahan hidupnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Dihapus amal sholehnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Dicabut keislamannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Rizkinya tidak mendapat berkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Amalnya tidak mendapat pahala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Do’anya ditolak Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:fuchsia;"  &gt;SAAT&lt;b style=""&gt; SAKARATUL MAUT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Dicabut nyawanya dengan kasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Merasakan haus yang amat sangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Merasakan lapar yang amat sangat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:fuchsia;"  &gt;DIDALAM&lt;b style=""&gt; KUBUR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Badannya dihimpit bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Kuburnya gelap gulita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Dinyalakan api dalam kuburnya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:fuchsia;"  &gt;DI PADANG&lt;b style=""&gt; MAHSYAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;13.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Menderita sengsara, panas, lapar dan dahaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;14.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Mendapatkan marah dan laknat dari Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;15.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;Tangan dan kakinya dirantai dengan bara api dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:17;color:red;"   &gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dilempar ke dalam Neraka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-5228810774707253428?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/5228810774707253428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/15-hal-bila-tinggalkan-sholat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/5228810774707253428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/5228810774707253428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/15-hal-bila-tinggalkan-sholat.html' title='15 hal bila tinggalkan Sholat'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-2881396283916398680</id><published>2009-03-02T05:28:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:32:07.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan( Walimah )'/><title type='text'>Hak-Hak Istri dalam Poligami</title><content type='html'>Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir. Poligami diperbolehkan dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir. Poligami diperbolehkan dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku adil dalam bermuamalah dengan istri-istrinya, yaitu dengan memberikan kepada masing-masing istri hak-haknya. Adil disini lawan dari curang, yaitu memberikan kepada seseorang kekurangan hak yang dipunyainya dan mengambil dari yang lain kelebihan hak yang dimilikinya. Jadi adil dapat diartikan persamaan. Berdasarkan hal ini maka adil antar para istri adalah menyamakan hak yang ada pada para istri dalam perkara-perkara yang memungkinkan untuk disamakan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil adalah memberikan sesuatu kepada seseorang sesuai dengan haknya.&lt;br /&gt;Apa saja hak seorang istri di dalam poligami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hak setiap istri dalam poligami adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Memiliki rumah sendiri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap istri memiliki hak untuk mempunyai rumah sendiri. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 33, yang artinya, “Menetaplah kalian (wahai istri-istri Nabi) di rumah-rumah kalian.” Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menyebutkan rumah Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam bentuk jamak, sehingga dapat dipahami bahwa rumah beliau tidak hanya satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah Radhiyallahu 'Anha menceritakan bahwa ketika Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sakit menjelang wafatnya, beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bertanya, “Dimana aku besok? Di rumah siapa?’ Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menginginkan di tempat Aisyah Radhiyallahu 'Anha, oleh karena itu istri-istri beliau mengizinkan beliau untuk dirawat di mana saja beliau menginginkannya, maka beliau dirawat di rumah Aisyah sampai beliau wafat di sisi Aisyah. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meninggal di hari giliran Aisyah. Allah mencabut ruh beliau dalam keadaan kepada beliau bersandar di dada Aisyah Radhiyallahu 'Anha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan dalam kitab Al Mughni bahwasanya tidak pantas seorang suami mengumpulkan dua orang istri dalam satu rumah tanpa ridha dari keduanya. Hal ini dikarenakan dapat menjadikan penyebab kecemburuan dan permusuhan di antara keduanya. Masing-masing istri dimungkinkan untuk mendengar desahan suami yang sedang menggauli istrinya, atau bahkan melihatnya. Namun jika para istri ridha apabila mereka dikumpulkan dalam satu rumah, maka tidaklah mereka. Bahkan jika keduanya ridha jika suami mereka tidur diantara kedua istrinya dalam satu selimut tidak mengapa. Namun seorang suami tidaklah boleh menggauli istri yang satu di hadapan istri yang lainnya meskipun ada keridhaan diantara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh mengumpulkan para istri dalam satu rumah kecuali dengan ridha mereka juga merupakan pendapat dari Imam Qurthubi di dalam tafsirnya dan Imam Nawawi dalam Al Majmu Syarh Muhadzdzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Menyamakan para istri dalam masalah giliran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap istri harus mendapat jatah giliran yang sama. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang artinya Anas bin Malik menyatakan bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memiliki 9 istri. Kebiasaan beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bila menggilir istri-istrinya, beliau mengunjungi semua istrinya dan baru behenti (berakhir) di rumah istri yang mendapat giliran saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam bepergian, jika seorang suami akan mengajak salah seorang istrinya, maka dilakukan undian untuk menentukan siapa yang akan ikut serta dalam perjalanan. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah Radhiyallahu 'Anha menyatakan bahwa apabila Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hendak safar, beliau mengundi di antara para istrinya, siapa yang akan beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sertakan dalam safarnya. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa menggilir setiap istrinya pada hari dan malamnya, kecuali Saudah bintu Zam’ah karena jatahnya telah diberikan kepada Aisyah Radhiyallahu 'Anha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan bahwa seorang suami diperbolehkan untuk masuk ke rumah semua istrinya pada hari giliran salah seorang dari mereka, namun suami tidak boleh menggauli istri yang bukan waktu gilirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri yang sedang sakit maupun haid tetap mendapat jatah giliran sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Aisyah Radhiyallahu 'Anha menyatakan bahwa jika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ingin bermesraan dengan istrinya namun saat itu istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sedang haid, beliau memerintahkan untuk menutupi bagian sekitar kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’dy rahimahullah, ulama besar dari Saudi Arabia, pernah ditanya apakah seorang istri yang haid atau nifas berhak mendapat pembagian giliran atau tidak. Beliau rahimahullah menyatakan bahwa pendapat yang benar adalah bagi istri yang haid berhak mendapat giliran dan bagi istri yang sedang nifas tidak berhak mendapat giliran. Karena itulah yang berlaku dalam adat kebiasaan dan kebanyakan wanita di saat nifas sangat senang bila tidak mendapat giliran dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Tidak boleh keluar dari rumah istri yang mendapat giliran menuju rumah yang lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak boleh keluar untuk menuju rumah istri yang lain yang bukan gilirannya pada malam hari kecuali keadaan darurat. Larangan ini disimpulkan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di rumah Aisyah Radhiyallahu 'Anha, tidak lama setelah beliau berbaring, beliau bangkit dan keluar rumah menuju kuburan Baqi sebagaimana diperintahkan oleh Jibril alaihi wa sallam. Aisyah Radhiyallahu 'Anha kemudian mengikuti beliau karena menduga bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam akan pergi ke rumah istri yang lain. Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pulang dan mendapatkan Aisyah Radhiyallahu 'Anha dalam keadaan terengah-engah, beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu 'Anha, “Apakah Engkau menyangka Allah dan Rasul-Nya akan berbuat tidak adil kepadamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah menyatakan tidak dibolehkannya masuk rumah istri yang lain di malam hari kecuali darurat, misalnya si istri sedang sakit. Jika suami menginap di rumah istri yang bukan gilirannya tersebut, maka dia harus mengganti hak istri yang gilirannya diambil malam itu. Apabila tidak menginap, maka tidak perlu menggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’dy rahimahullah pernah ditanya tentang hukum menginap di rumah salah satu dari istrinya yang tidak pada waktu gilirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah menjawab bahwa dalam hal tersebut dikembalikan kepada ‘urf, yaitu kebiasaan yang dianggap wajar oleh daerah setempat. Jika mendatangi salah satu istri tidak pada waktu gilirannya, baik waktu siang atau malam tidak dianggap suatu kezaliman dan ketidakadilan, maka hal tersebut tidak apa-apa. Dalam hal tersebut, urf sebagai penentu karena masalah tersebut tidak ada dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Batasan Malam Pertama Setelah Pernikahan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'Anhu bahwa termasuk sunnah bila seseorang menikah dengan gadis, suami menginap selama tujuh hari, jika menikah dengan janda, ia menginap selama tiga hari. Setelah itu barulah ia menggilir istri-istri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha mengkhabarkan bahwa ketika Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menikahinya, beliau menginap bersamanya selama tiga hari dan beliau bersabda kepada Ummu Salamah, “Hal ini aku lakukan bukan sebagai penghinaan kepada keluargamu. Bila memang engkau mau, aku akan menginap bersamamu selama tujuh hari, namun aku pun akan menggilir istri-istriku yang lain selama tujuh hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Wajib menyamakan nafkah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap istri memiliki hak untuk mempunyai rumah sendiri-sendiri, hal ini berkonsekuensi bahwa mereka makan sendiri-sendiri, namun bila istri-istri tersebut ingin berkumpul untuk makan bersama dengan keridhaan mereka maka tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa bersikap adil dalam nafkah dan pakaian menurut pendapat yang kuat, merupakan suatu kewajiban bagi seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu mengabarkan bahwa Ummu Sulaim mengutusnya menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan membawa kurma sebagai hadiah untuk beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Kemudian kurma tersebut untuk dibagi-bagikan kepada istri-istri beliau segenggam-segenggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada keterangan yang dibawakan oleh Jarir bahwa ada seseorang yang berpoligami menyamakan nafkah untuk istri-istrinya sampai-sampai makanan atau gandum yang tidak bisa ditakar / ditimbang karena terlalu sedikit, beliau tetap membaginya tangan pertangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Undian ketika safar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang suami hendak melakukan safar dan tidak membawa semua istrinya, maka ia harus mengundi untuk menentukan siapa yang akan menyertainya dalam safar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan bahwa kebiasaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bila hendak safar, beliau mengundi di antara para istrinya, siapa yang akan diajak dalam safar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah menyatakan bahwa seoarang yang safar dan membawa semua istrinya atau menginggalkan semua istrinya, maka tidak memerlukan undian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suami membawa lebih dari satu istrinya, maka ia harus menyamakan giliran sebagaimana ia menyamakan diantara mereka ketika tidak dalam keadaan safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Tidak wajib menyamakan cinta dan jima’ di antara para istri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak dibebankan kewajiban untuk menyamakan cinta dan jima’ di antara para istrinya. Yang wajib bagi dia memberikan giliran kepada istri-istrinya secara adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat “Dan kamu sekali-kali tiadak dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin demikian” ditafsirkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa manusia tidak akan sanggup bersikap adil di antara istri-istri dari seluruh segi. Sekalipun pembagian malam demi malam dapat terjadi, akan tetapi tetap saja ada perbedaan dalam rasa cinta, syahwat, dan jima’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini turun pada Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sangat mencintainya melebihi istri-istri yang lain. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata, “Ya Allah inilah pembagianku yang aku mampu, maka janganlah engkaucela aku pada apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki, yaitu hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Sirrin pernah menanyakan ayat tersebut kepada Ubaidah, dan dijawab bahwa maksud surat An Nisaa’ ayat 29 tersebut dalam masalah cinta dan bersetubuh. Abu Bakar bin Arabiy menyatakan bahwa adil dalam masalah cinta diluar kesanggupan seseorang. Cinta merupakan anugerah dari Allah dan berada dalam tangan-Nya, begitu juga dengan bersetubuh, terkadang bergairah dengan istri yang satu namun terkadang tidak. Hal ini diperbolehkan asal bukan disengaja, sebab berada diluar kemampuan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa tidak wajib bagi suami untuk menyamakan cinta diantara istri-istrinya, karena cinta merupakan perkara yang tidak dapat dikuasai. Aisyah Radhiyallahu 'Anha merupakan istri yang paling dicintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Dari sini dapat diambil pemahaman bahwa suami tidak wajib menyamakan para istri dalam masalah jima’ karena jima’ terjadi karena adanya cinta dan kecondongan. Dan perkara cinta berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, Zat yang membolak-balikkan hati. Jika seorang suami meninggalkan jima’ karena tidak adanya pendorong ke arah sana, maka suami tersebut dimaafkan. Menurut Imam Ibnu Qudamah rahimahullah, bila dimungkinkan untuk menyamakan dalam masalah jima, maka hal tersebut lebih baik, utama, dan lebih mendekati sikap adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Fiqh Sunnah menyarankan; meskipun demikian, hendaknya seoarang suami memenuhi kebutuhan jima istrinya sesuai kadar kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Jashshaash rahimahullah dalam Ahkam Al Qur’an menyatakan bahwa, “Dijadikan sebagian hak istri adalah menyembunyikan perasaan lebih mencintai salah satu istri terhadap istri yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang suami yang hendak melakukan poligami hendaknya melihat kemampuan pada dirinya sendiri, jangan sampai pahala yang dinginkan ketika melakukan poligami malah berbalik dengan dosa dan kerugian. Dalam sebuah hadits disebutkan (yang artinya) “Barangsiapa yang mempunyai dua istri, lalu ia lebih condong kepada salah satunya dibandingkan dengan yang lain, maka pada hari Kiamat akan datang dalam keadaan salah satu pundaknya lumpuh miring sebelah.” (HR. Lima) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu A’lam; Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Referensi: ü Al-Sheikh, Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq, 2003, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2, Pustaka Imam asy-Syafi’i, Bogor ü Al-Wazan, Amin bin Yahya, 2004, “Fatwa-Fatwa tentang Wanita Jilid 2”, Darul Haq, Jakarta ü As Sa’dani , As Sayyid bin Abdul Aziz, 2004, “Istriku Menikahkanku”, Darul Falah, Jakarta ü As Salafiyah , Ummu Salamah, 1425 H, Persembahan Untukmu Duhai Muslimah, , Pustaka Haura, Jogjakarta ü Sabiq, Sayyid, tt, “Fikih Sunnah 6”, cet. Ke-15, PT Al Ma’arif, Bandung ü Tim Konsultan Majalah Nikah, 2004, “Nyerobot Bisa Bikin Repot, “ , Majalah Nikah Vol.3, No.9, Desember 2004, Sukoharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Kontributor : Abah Utik, 13 Juni 2005 ]&lt;br /&gt;http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=113&lt;br /&gt;dipublish lagi oleh bunda-alfath&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-2881396283916398680?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=113' title='Hak-Hak Istri dalam Poligami'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/2881396283916398680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/hak-hak-istri-dalam-poligami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2881396283916398680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2881396283916398680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/hak-hak-istri-dalam-poligami.html' title='Hak-Hak Istri dalam Poligami'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-597215684687570867</id><published>2009-03-02T05:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:26:13.461-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Di Tangan mana kita memakai Jam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Memakai jam tangan sunnahnya di tangan kanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Syaikh Al-Bany ditanya:&lt;br /&gt;Kami melihat sebagian orang memakai jam tangan di tangan kanan, dan mereka berkata bahwa yang demikian itu sunnah, apa dalilnya?&lt;br /&gt;Syaikh Al-Bany ditanya:&lt;br /&gt;Kami melihat sebagian orang memakai jam tangan di tangan kanan, dan mereka berkata bahwa yang demikian itu sunnah, apa dalilnya? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Kami berpegang teguh dalam masalah ini dengan kaidah umum yang terdapat dalam hadits Aisyah di dalam Ash Shahih, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyukai menggunakan (mendahulukan) kanan dalam segala sesuatu, yaitu ketika bersisir, bersuci, dan dalam setiap urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami tambahkan dalam hal ini, hadits lain yang diriwayatkan dalam Ash Shahih, bahwa beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Yahudi tidak mencelup (menyemir) rambut-rambut mereka, karena itu berbedalah dengan mereka, dengan cara menyemir rambut kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga hadits-hadits yang lain yang di dalamnya terdapat perintah untuk berbeda dengan musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari hadits-hadits tersebut dapat kami simpulkan bahwa disunnahkan bagi seorang muslim untuk bersemangat dalam membedakan diri dengan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepatutnyalah untuk kita ingat bahwa membedakan diri dari orang kafir, mengandung arti bahwa kita dilarang mengikuti adat kebiasaan mereka. Maka tidak boleh bagi seorang muslim untuk menyerupai orang kafir, dan sudah selayaknya bagi kita wntuk selalu tampil beda dengan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara adat kebiasaan orang kafir adalah memakai jam tangan di tangan kiri, padahal kita mendapatkan pintu yang teramat luas di dalam syariat untuk menyelisihi adat ini. Walhasil mengenakan jam tangan di tangan kanan merupakan pelaksanaan kaidah umum, yaitu (mendahulukan) yang kanan, dan juga kaidah umum yang lain yaitu membedakan diri dengan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albany, Penerbit: Media Hidayah&lt;br /&gt;http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=178&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-597215684687570867?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=178' title='Di Tangan mana kita memakai Jam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/597215684687570867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/di-tangan-mana-kita-memakai-jam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/597215684687570867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/597215684687570867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/di-tangan-mana-kita-memakai-jam.html' title='Di Tangan mana kita memakai Jam'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-5039758891367322385</id><published>2009-03-02T05:18:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:22:32.429-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DZIKIR'/><title type='text'>PeNtingnya BERDZIKIR</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keutamaan Zikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perbanyak Amalan Zikir, karena itu akan mempertebal iman dan islam mu. Untuk itu, beberapa keutamaan zikir adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim). (HR. Tirmidzi dan Ahmad) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur'an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya Laailaha illallah. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan Alhamdulillah, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan Astaghfirullah dan jika ditimpa musibah dia berkata Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, Ya. Nabi Saw berkata,Zikrullah. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menang pacuan Almufarridun. Para sahabat bertanya, Apa Almufarridun itu? Nabi Saw menjawab, Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau diperbuat orang terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang sahabat berkata, Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan. Nabi Saw berkata, Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah). (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya'la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Aku bertanya, Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim)? Nabi Saw menjawab, Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, Ya. Nabi berkata, La haula wala Quwwata illa billah. (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=195&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-5039758891367322385?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=195' title='PeNtingnya BERDZIKIR'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/5039758891367322385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/petingnya-berdzikir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/5039758891367322385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/5039758891367322385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/petingnya-berdzikir.html' title='PeNtingnya BERDZIKIR'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-2581338249719907520</id><published>2009-03-02T04:57:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:00:37.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SUFI'/><title type='text'>Hakekat Tasawuf</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aliran Tasawwuf / Sufi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; begitu suburnya tumbuh di Indonesia belakangan ini. Banyak orang yang tidak mengenal aliran ini dari sumbernya menjadikannya obat penawar didalam menghadapi permasalahan hidup yang ada. Alhamdulillah, para ulama kita telah menjelaskan kepada kita tentang siapa aliran Tasawwuf / sufi ini, tentunya didalam timbangan Al-Quran dan As-Sunnah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahir Rahmaanir Rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Landasan Menilai benar tidaknya tasawuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib kembali kepada Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih untuk dapat mengetahui hakikat tasawwuf ini, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika engkau benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama bagi kamu dan lebih baik akibatnya.”(An-Nisaa’ :59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, segala penyimpangan yang akan kita bicarakan tentang tasawwuf ini berdasarkan pertimbangan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW dengan pemahaman salafus shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;Aku tinggalkan kepada kalian suatu perkara yang bila kalian berpegang teguh dengannya maka tidak akan menyesatkan kalian selamanya, (yaitu) Kitabulah dan Sunnahku.&lt;br /&gt;(Hadits Shahih riwayat Imam Malik dalam Al-Muwatha (II/1899) dan Imam Hakim dalam Mustadrak I/93) secara bersambung dari Abu Hurairah r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saya ada dua buku yang mengupas tentang sufi, yang ditulis oleh ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah untuk menerangi aliran ini agar kita kaum muslimin mengetahui siapa sebenarnya sufi/tasawuf itu, sesuaikah dia dengan tuntunan yang AL-Quran dan As-Sunnah ? simaklah ringkasan dari buku :&lt;br /&gt;a. Aliran Sufi dengan timbangan Al-Qur’an dan As-Sunnah (Sufiyah fi Mizanil Kitab wa Sunnah, karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu)&lt;br /&gt;b. Menguak Dunia Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyyah (An-Naqsyabandiyyah Ardhu wa Tahlilun, karya Syaikh Abdurrahman Dimasyqiyah)&lt;br /&gt;Disini saya ringkaskan perkara-perkara yang saya anggap penting diketahui dan mudah dikenali dengan kondisi aliran sufi yang ada di Indonesia ini. Namun kesesatan aliran ini sesungguhnya melebihi dari apa yang saya sampaikan. Untuk lebih lengkapnya silahkan merujuk kepada dua kitab diatas atau kitab lainnya yang ditulis para ulama yang mumpuni dibidang ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Awal munculnya tasawuf / sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Islam tidak mengenal aliran tasawwuf, juga pada masa shahabat dan tabi’in (yaitu generasi setelah shahabat yang mereka itu menuntut ilmu dari para shahabat). Kemudian datang setelah masa tabi’in suatu kaum yang mengaku zuhud yang berpakaian shuf (pakaian dari bulu domba), maka karena pakaian inilah mereka mendapat julukan sebagai nama bagi mereka yaitu Sufi dengan nama tarekatnya Tasawwuf. (Dari kitab Sufiyyah fi mizanil kitab wa sunnah, karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hanya sekedar pengakuan tanpa adanya dalil yang menerangkan ataupun dari berita-berita dusta yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya ra. adalah juga golongan tasawwuf maka cara berhujjah seperti ini tidaklah dapat diterima oleh orang yang berakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aliran Sufiyyah mempunyai banyak tarekat (jalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain : Tijaniyyah, Qadariyyah, Naqsyabandiyyah, Syadzaliyyah, Rifa’iyyah dan lainnya yang semuanya mengaku diatas jalan yang benar dan menganggap jalan yang lain adalah batil/salah.&lt;br /&gt;Padahal Islam telah melarang adanya perpecahan (membuat jalan baru), seperti firman Allah :&lt;br /&gt;“...dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Rum :31-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aliran sufi memeliki sifat fanatisme terhadap syaikh-syaikh mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun mereka menyelisihi Allah dan Rasul-Nya. Padahal Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. (Al-Hujurat : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;Tidak ada ketaatan bagi seseorang dalam berbuat maksiat kepada Allah, ketaatan itu hanya dalam berbuat baik. (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebanyakan manusia sekarang ini mengambil apa saja yang dikatakan oleh gurunya tanpa mau memeriksa apakah perkataan gurunya itu sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah atau tidak. Dia menelan apa saja yang dikatakan oleh gurunya yang disangkanya gurunya bebas dari kesalahan, maka jika gurunya sesat maka sesat pulalah dia, padahal dia bertanggung jawab terhadap setiap amalan dirinya kelak di hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang menimpa ummat-ummat terdahulu, mereka mengikuti saja apa yang dikatakan oleh para guru-guru mereka, tanpa menyesuaikannya dengan Kitab yang telah diturunkan kepada mereka.&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa. Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Rasulullah SAW membaca ayat ini didepan para Shahabatnya, maka berkata seorang Shahabat yang bernama ‘Adiy bin Hatim ; “Sungguh kami tidak menyembah mereka.” Beliau SAW bertanya ;”Tidakkah mereka itu mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, lalu kamupun mengharamkannya ? dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah, lalu kamupun menghalalkannya ?”&lt;br /&gt;Aku (‘Adiy)menjawab, “Ya”. Maka beliau bersabda;”Itulah bentuk penyembahan kepada mereka.”&lt;br /&gt;(Hadits Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dengan sanad Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang-orang terdahulu tersesat karena mereka mengikuti secara membabi buta guru-guru mereka tanpa menghiraukan apakah yang diserukan oleh guru mereka itu sesuai dengan Kitabullah ataukah tidak, demikian pengalaman ‘Adiy bin Hatim saat belum memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis seperti apa yang dialami oleh sufi tarekat naqsyabandiyyah :&lt;br /&gt;Ia (Syaikh Naqsyaband) pernah diundang oleh sebagian sahabatnya di Bukhara. Ketika hendak menuju Maroko, ia berkata kepada Maula Najmuddin Dadark,&lt;br /&gt;Apakah engkau akan melaksanakan semua yang aku perintahkan kepadamu ?&lt;br /&gt;Ia menjawab : Ya.&lt;br /&gt;Ia berkata :Jika aku memerintahkanmu untuk mencuri, apakah engkau akan melakukannya ?&lt;br /&gt;Ia berkata :Tidak.&lt;br /&gt;Ia berkata :Mengapa ?.&lt;br /&gt;Ia menjawab :Karena hak-hak Allah itu bisa dihapus dengan taubat, sedangkan ini termasuk hak-hak hamba.&lt;br /&gt;Ia berkata :Jika engkau tidak mau melaksanakan perintah kami maka jangan bersahabt dengan kami.&lt;br /&gt;Maula Najmuddin sangat terkejut mendengar hal itu dan bumi yang luas telah terasa sempit olehnya. Dan ia kemudian menampakkan taubat dan penyesalannya serta berketetapan hati untuk tida melanggar perintahnya. Para hadirinpun menaruh rasa kasihan kepadanya dan mereka meminta syafaat dan maaf kepada Syaikh Naqsyaband untuknya. Ia pun memaafkannya. (AL-Mawahibus Sarmadiyyah, 138, Al-Anwarul Qudsiyyah, 140 dan Jamiu Karamatil Auliya, 1/ 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;Ini adalah kebiasaan syaikh-syaikh tasawuf. Mereka biasa melatih murid-muridnya untuk taat buta sekalipun didalamnya terdapat perihal meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan memperingatkan mereka bila bersikap ingkar dan menyanggah. Mereka memiliki jargon yang terkenal : Jangan menyanggah, niscaya engkau akan tersisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah SAW telah bersabda :&lt;br /&gt;Tidak ada ketaatan dalam berbuat maksiat, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam perbuatan maruf (baik). (HR. Muslim (1840), dan Bukhari 8/106 Kitabul Ahkam dan 8/135 bab Ijazati Khabaril Wahid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga bersabda :&lt;br /&gt;Wajib atas seorang muslim untuk patuh dan taat dalam hal-hal yang ia sukai dan hal-hal yang ia benci kecuali jika ia disuruh untuk melakukan maksiat, maka tidak ada kepatuhan dan ketaatan dalam hal itu. (HR. Muslim (1839) dan Al-Bukhari 8/106 Kitabul Ahkam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manaqib dan Keramat-keramat tokoh-tokoh sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang kitab Al-Mawahibus Sarmadiyyah Fi Manaqibis Sadatin Naqsyabandiyyah, Syaikh mereka Muhammad Amin Al-Kurdi meriwayatkan dari Syaikh Naqsyabandiyyah bahwasanya ia berkata : Aku bersahabat dengan Ad-Darwisy Khalil. Kemudian ia memerintahkanku untuk mengabdi kepada hewan-hewan. Hingga ketika dijalan aku bertemu dengan seekor anjing, lalu aku berhenti sampai anjing tersebutberlalu terlebih dahulu supaya aku tidak mendahuluinya. Aku terus melakukan hal yang demikian selama tujuh tahun. Kemudian setelah itu ia menyuruh aku untuk mengabdi kepada anjing-anjing milik paduka yang mulia ini dengan sikap jujur dan tunduk dan au meminta pertolongan dari mereka. Syaikhnya berkata : Sesungguhnya engkau akan sampai kepada seekor anjing diantara mereka (anjing-anjing itu) yang dengan mengabdi kepadanya engkau akan memperoleh kebahagiaan yang besar. Aku lalu memanfaatkan nikmat untuk mengabdi ini dan aku tida memperdulikan upaya yang keluar dengan melaksanakannya berdasarkan petunjuknya dan dalam rangka ingin mendapatkan kabar gembira yang dituturkannya. Hingga pada suatu saat aku bertemu dengan seekor anjing. Lalu dengan pertemuan tersebut terjadilah pada diriku suatu keadaan yang luar biasa. Akupun berhenti dihadapnnya dan aku menangis sejadi-jadinya. Pada saat itulah aku merebahkan diri diatas punggungnya dan iapun mengangkat kakinya yang empat kearah langit. Kemudian aku mendengar darinya suara sedih, keluhan dan rintihan. Lalu aku mengangkat kedua tanganku sebagai sikap tawadhu dan aku berkata : Amin hingga ia (anjing itu) diam dan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu ia menyebutkan bahwa ia juga pernah menemukan seekor bunglon. Lalu terbesit dihatinya untuk meminta syafaat darinya. Ia pun segera mengangkat kedua tangannya, lalu ia menjatuhkan dirinya diatas punggungnya dan menghadap kelangit seraya mengucapkan Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;Subhanallah! Apakah pintu-pintu untuk memperoleh syafaat dan pertolongan telah tertutup dari dirinya hingga ia tidak mendapatkan keduanya kecuali dari diri seekor anjing dan bunglon ? Dan siapakah yang mengatakan bahwa anjing itu mengangkat keempat kakinya apabila hendak berdoa ? Jikalau ia meminta pertolongan dan syafaat dari seorang manusia niscaya hal itu tidak boleh, lalu bagaimana pula jika ia meminta keduanya kepada seekor anjing dan bunglon ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sekelumit Mengenai Keramat-keramat dan Perkataan-perkataan Para Syaikh Tarekat Sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Al-Mashum berkata :Aku melihat kabah yang dimuliakan merangkul dan menciumku dengan kerinduan yang mendalam. Tatkala aku selesai melaksanakan thawaf ziarah, datanglah kepadaku seorang malaikat membawa sebuah kitab tentang diterimanya haji yang au laksanakandari Rabb semesta alam. (Al-Mawahibus Sarmadiyyah 213, Jamiu Karamatil Auliya 1/204 dan Al-Anwarul Qudsiyyah 196, semuanya kitab-kitab referensi tasawuf aliran Naqsyabandiyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil darinya bahwa dia telah mampu mengucapkan tauhid, padahal ia beru berumur tiga tahun sehingga ia mengatakan :Akulah bumi, akulah langit. (Al-Mawahibus Sarmadiyyah 202 dan Al-Anwarul Qudsiyyah 192)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad Al-Furuqi berkata : Diperlihatkan kepadaku Kabah yang disucikan sedang melakukan thawaf diseputar diriku sebagai pemuliaan dan penghormatan dari Allah untuk diriku. (Al-Mawahibus Sarmadiyyah 184 dan Al-Anwarul Qudsiyyah 182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sekelumit tentang perkataan-perkataan para Syaikh tarekat sufi, dan masih begitu banyak hal yang senada seperti diatas dari ucapan-ucapan mereka yang didalamnya terdapat penyimpangan-penyimpangan terhadap syariat yang tidak tersembunyi atas seorang pembaca yang bersikap adil dan memiliki akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya katakan bahwa hal ini pun telah terjadi dikantor kita, dimana beberapa orang pegawai pernah menceritakan kepada saya tentang perkataan seorang pegawai yang sangat menggeluti pemahaman sufi ini.&lt;br /&gt;Disuatu waktu ia berkata bahwa, dikala ia sedang melaksanakan ibadah haji dan dia berdoa dihadapan kabah, maka dia melihat begitu banyak wanita-wanita yang cantik jelita sedang mengitarinya. Ia berkata bahwa mereka adalah para bidadari yang menampakkan diri pada dirinya.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain dia pernah berkata bahwadia pernah pergi ke langit ketujuh. Dan dia berkata kepada seorang pegawai kita bahwa apabila ingin melihat padang masyhar maka lakukanlah ini dan itu (ia menyebutkan beberapa amalan yang tidak ada diperintahkan didalam agama ini sebagai syarat untuk mencapai keinginan tersebut). Banyak lagi perkataan-perkataannya yang tidak sepantasnya diucapkan oleh orang yang berakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memohon Pertolongan / Istighasah Kepada Para Syaikh Mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa salah seorang murid Syaikh Muhammad Al-Mashum sedang mengendarai seekor kuda, laul kuda tersebut membuang kotorannya sehingga membuat sang murid terjatuh ke tanah dan kakinya tergantung di tempat pelana kuda. Kemudian kuda tersebut membawanya lari hingga ia berkeyakinan akan binasa. Lau ia meminta pertolongan kepada yang mulia al-qayyum (yaitu Syaikh Muhammad Al-Mashum-disifati dengan sifat yang hanya dimiliki Allah SWT). Sang murid berkata : Lalu aku melihat sang Syaikh datang sambil memberhentikan kuda tersebut serta menaikkanku keatasnya. (Al-Mawahibus Sarmadiyyah 210-213, Jamiu Karamatil Auliya 1/199-200 dan Al-Anwarul Qudsiyyah 195-196)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari datang banjir besar melanda desa Maulana Arif, lalu penduduknya takut tenggelam/hanyut. Mereka pun segera meminta pertolongan kepada Syaikh Muhammad Al-Mashum). Maka ia keluar dan duduk ditempat air bah, dan ia berkata kepada air itu :Sesungguhnya jika engkau memiliki kekuatan, maka bawalah aku. Kemudian banjir tersebut berhenti. (Al-Mawahibus Sarmadiyyah 107, Jamiu dan Al-Anwarul Qudsiyyah 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padaha Alah berfirman :&lt;br /&gt;Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Alah ada tuhan (yang lain) ? (Al-Anam : 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pengkultusan Kuburan Para Syaikh Mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh mereka AL-Kurdi di dalam kitab Tanwirul Qulub berkata : Sebagian Syaikh mengatakan bahwa Allah mewakilkan dalam kuburan wali seorang malaikat yang memenuhi hajat-hajat dan kadang-kadang wali tersebut keluar dari kuburnya dan ia sendiri yang memenuhi hajatnya. (Tanwirul Qulub 534)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengetahui bahaya tipu daya ini, lalu beliau memberitahukannya serta memperingatkan darinya sebelum menghadap Allah Yang Maha Tinggi (menjelang wafatnya beliau SAW). Adalah beliau setiap kali sadar dari sakaratul maut bersabda : Semoga Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani yang telah menjadikan kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid . Aisyah ra. berkata :Jikalau tidak karena hal itu niscaya aku akan menampakkan kuburan beliau, tetapi aku takut bahwa ia akan dijadikan masjid. (HR. Bukhari 2/90 Kitabul Janaiz, Muslim (530), Amad 6/146, dan Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 1/415)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid adalah tempat ibadahnya kaum muslimin, yang disana kita menegakkan shalat, berdoa kepada Allah dan melakukan ibadah-ibadah lainnya. Namun para pengikut sufi melakukan amalan-amalan yang layaknya dilakukan di masjid, mereka lakukan di kuburan-kuburan para syaikh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Jundub bin Abdullah Al-Bajali ra. bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda sebelum wafatnya : Ingatlah! Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan nabi-nabi dan orang-orang shaleh mereka sebagai masjid. Ingatlah! Maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai masjid-masjid, karena sesungguhnya aku melarang kelian dari hal itu. (HR. Muslim (532) dalam Kitabul Masajid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga beliau SAW melarang mengapur/mengecat kuburan atau mendirikan bangunan atau duduk diatasnya. (HR. Muslim (970), At-Tirmidzi 2/155 dan ia menshahihkannya, Ahmad dalam Al-Musnad 3/339 dan AL-Baihaqi dalam AL-Musnad 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh mereka AL-Kurdi berkata : Ketika Syaikh Naqsyaband meningga dunia, para pengikutnya membangun suatu kubah yang besar diatas kuburannya dan mereka menjadikannya sebagai masjid yang luas. (Al-Mawahibus Sarmadiyyah 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang kitab Al-Anwirul Qudsiyyah menambahkan terhadap perihal kuburan itu hal berikut ini : Ia masih tetap seperti itu hingga zaman kita ini; Dirinya dimintai pertolongan, debu tanahnya dijadikan celak dan pintu-pintunya dijadikan tempat berlindung. (Al-Anwirul Qudsiyyah 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan :&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Abdurrahman Dimasyqiyyah : Demi Allah, tunjukkan kepadaku, manakah perihal mengikuti syariat, mencocoki As-Sunnah dan jalan para sahabat yang mulia seperti yang mereka akui ? Adakah jalan mereka itu mencium kuburan, berguling-guling diatasnya dan meminta pertolongan kepadanya, ataukah bau pemujaan berhala telah berhembus dan bertiup anginnya di kelompok yang para pengakutnya mengaku sangat antusias untuk mengambil ibadah-ibadah mereka dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulul-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula pegawai dikantor kita yang kita maksud sebelumnya. Disaat dia mengetahui saya adalah orang Aceh dan berdomisili di banda Aceh, yang dia tanyakan terlebih dahulu adalah pernahkah saya pergi ke kuburan Syah Kuala ? Dan ternyata Beliau sudah beberapa kali pergi kesana, entah apa yang dia lakukan.&lt;br /&gt;Sungguh saya pernah melihat kuburan tersebut dan mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Kuburan tersebut berukuran cukup besar dengan diberi batu di kaki dan kepalanya dengan batu yang besar dan tinggi serta dibatu tersebut dibentangkan kain putih diatasnya. Dan dikuburan tersebut dididrikan bangunan sehingga terlindung dari terik panas matahari dan basahan hujan. Inilah ciri-ciri kuburan yang diagungkan yang telah dilarang oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sikap berlebih-lebihan dalam memuji para syaikh tarekat sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasin As-Sanhuti didaam kitabnya Al-Anwar bercerita tentang Ubaidullah Ahrar : Adapun perihal penyingkapannya terhadap perkara-perkara yang ghaib dan pemberitahuannya tentang hal-hal yang tersembunyi. Maka hal itu tidak terbatas atau terhitung. Demikian juga ia mensifati Yaqub Al-Jarkhi bahwa ia merupakan Pewaris Ilmu Ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petakanlah dengan kondisi di Indonesia dari beberapa point diatas, disaat sekarang banyak orang yang memuji, menyanjung dan bahkan siap mati untuk seseorang yang orang tersebut sangat dimuliakan tanpa mempertimbangkannya dengan ilmu syariat yang shahih. Dan lihat pula di negeri kita ini ada tokoh yang dianggap dapat mengetahui suatu perkara yang akan terjadi, dan mudah mengetahui siapa pelaku dari suatu peristiwa, tidak lain hal ini adalah seperti orang yang mengetahui hal-hal yang ghaib. Ambillah pelajaran ini agar kita tida terjebak dalam kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Membenci Ilmu dan Malas Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid Al-Busthomi berkata seraya mengajak bicara Ahlul Hadits : Kalian telah mengambil ilmu kalian dari orang mati melalui orang mati, sedangkan kami mengambil ilmu kami dari Dzat Yang Maha Hidup Yang tidak akan mati. (Thabaqatusy Syarani 1/5, Al-Futuhatul Makkiyyah 1/365, Talbisu Iblis 344, 322, A-Mawahibus Sarmadiyyah 49 dan Al-Anwarul Qudsiyyah 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qusyairi telah meriwayatkan perkataan Abu Bakar Al-Warraq : Penyakit yang bisa merusak seorang murid ada tiga : menikah, mencatat/menulis hadits dan kitab-kitab. (Ar-Risalatul Qusyairiyyah 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman Ad-Daroni (ia adalah seorang tokoh besar kaum sufi) berkata : Apabila seseorang mencari/mempelajari hadits atau bepergian untuk mencari rezeki dan menikah, maka berarti ia telah cenderung kepada dunia. (Al-Futuhatul Makkiyyah 1/37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak butuh lagi dengan As-Sunnah, padahal Allah SWT berfirman :Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana bisa mentaati Allah dan rasul-Nya jika ia tidak mengetahui perintah-perintah dan larangan-larangan yang tersebut dalam As-Sunnah, apalagi yang tersebut dalam Al-Quran , sebab didalam As-Sunnah terdapat hal-hal yang tidak terdapat dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Aliran sufi menyeru untuk zuhud kepada dunia dan meninggalkan sebab-sebab (kerja) serta meninggalkan jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kenikmatan) di negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu (dari kenikmatan ) di dunia.” (Al-Qashash : 72)&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu miliki.” (Al-Anfal : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini telah dialami oleh Ustadz Abdurrahman Mubarak ketika ikut bergabung dengan mujahidin di Maluku. Disana para mujahidin biasa melakukan ribath, yakni berjaga-jaga di daerah perbatasan untuk mengantisipasi sedini mungkin bila terjadi penyerangan dari pihak Nasrani. Akan tetapi ada sekelompok orang dari kalangan Firqah Tabligh (yang mereka itu adalah kelompok yang berpemahaman sufi) berkata kepada orang-orang yang mengamalkan suatu amalan yang sangat agung seperti yang diberitakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits-hadits yang shahih (yakni ribath) dengan perkataan :Wahai fulan kemarilah bergabung bersama kami di masjid Allah untuk dzikrullah, bertawakkal-lah kepada Alah dari serangan mereka. Perkataan mereka ini tidak lain karena kebodohan mereka terhadap agama ini. Sesungguhnya Allah menyuruh kita untuk ikhtiar (berusaha) kemudian barulah bertawakkal kepada Allah seperti apa yang difirmankan oleh Allah SWT diatas, tidak seperti mereka kalangan firqah tabligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sebagian aliran Sufi meyakini adanya wihdatul wujud (menyatunya hamba kepada Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidak berbeda antara pencipta dan makhluk dan semua makhluk bisa menjadi sesembahan. Hal ini dikatakan oleh Ibnu Arabi (tokoh sufi) yang dikubur di Damsyiq, dia mengatakan :&lt;br /&gt;Hamba ini adalah Tuhan dan Tuhan adalah hamba&lt;br /&gt;Wahai siapa yang dibebani (ibadah) ?&lt;br /&gt;Jika saya katakan saya adalah hamba itu betul.&lt;br /&gt;Dan jika saya katakan saya adalah Tuhan, maka bagaimana akan dibebani ?&lt;br /&gt;(Al-Futtuhat al Makiyyah, Ibnu Arabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kesyirikan yang Akbar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Bagaimana seorang manusia mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan, yang berikutnya ia mengatakan bahwa ia terbebas dari kewajiban ibadah (karena ia sudah berkedudukan sebagai Tuhan ) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Sufiyyah berdo’a kepada selain Allah yaitu kepada Nabi, para Wali yang hidup dan yang telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengucapkan : “Yaa Jailani!, Yaa Rifa’i!, dan Yaa Rasulullah!”, sebagai tujuan istighatsah dan memohon pertolongan atau dengan ucapan, “Yaa Rasulullah! Engkaulah tempat bersandar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :”Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika engkau berbuat yang demikian itu maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang zhalim(musyrik).”(Yunus :106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah bersabda :&lt;br /&gt;“Doa itu adalah ibadah.” (HR Tirmidzi dengan sanad hasan shahih)&lt;br /&gt;Maka do’a itu adalah ibadah seperti halnya shalat yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah, sekalipun kepada Rasul dan para Nabi. Karena hal itu termasuk perbuatan syirik besar yang dapat menghapus amal baiknya di dunia dan menjadikan pelakunya kekal dineraka (kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula yang kita lihat dikitab-kitab rujukan mereka yang mereka memuji para syaikh mereka pada tingkat pujian yang sampai kepada perbuatan syirik. Namun sayangnya syair-syair dalam bahasa arab yang biasa mereka bacakan dari kitab-kitab tersebut tidak dipahami oleh kaum muslimin pada umumnya karena keterbatasan mereka untuk memahami bahasa arab dan jauhnya mereka dari ulama ahlus sunnah, sehingga merekapun tertipu olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Aliran Sufi memberikan kedudukan ihsan kepada Syaikh-Syaikh mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan meminta kepada pengikut-pengikutnya untuk menggambarkan (membayangkan) syaikh-syaikh mereka itu ketika berdzikir kepada Allah, bahkan dalam shalat mereka sekalipun. Aku (Syaikh Jamil Zainu) pernah melihat seorang dari mereka meletakkan gambar syaikhnya dihadapannya ketika shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;“Al-Ihsan adalah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak dapat melihat-Nya ketahuilah bahwa sesungguhnya Dia melihat-Mu.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Aliran Sufi mengatakan bahwa beribadah kepada Allah itu jangan takut neraka-Nya atau mengharap surga-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seperti yang dikatakan oleh Rabi’ah al-‘Adawiyyah (salah seorang tokoh sufi wanita, yang pekerjaannya adalah sebagai biduwanita):&lt;br /&gt;“Ya Allah ! Jika aku beribadah kepada-Mu karena takut neraka-Mu maka tenggelamkanlah aku didalamnya,&lt;br /&gt;Dan jika aku beribadah kepada-Mu karena mengharap surga-Mu maka haramkanlah aku darinya.”&lt;br /&gt;(Dan perkataan ini pernah diucapkan oleh presenter pada saat kita melakukan Team Building di Cibubur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya juga pernah mendengar pengikut aliran sufi menyanyikan perkataan Abdul Ghani an-Nabilisy :&lt;br /&gt;“Barangsiapa beribadah karena takut neraka Allah, berarti dia penyembah api.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang beribadah karena menginginkan surga berarti dia penyembah berhala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Allah SWT memuji para Nabi yang mereka itu berdo’a untuk mendapatkan surga Allah dan takut dengan neraka-Nya. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka adalah orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas.” (Al-Ambiyaa’:90)&lt;br /&gt;Maksudnya, mereka sangat berharap dengan surga Allah dan takut pada siksa (neraka) Allah. Allah menerangkan kepada Rasul-Nya :&lt;br /&gt;“Katakanlah : Sesungguhnya aku takut akan azab yang besar (hari kiamat) jika kamu mendurhakai Tuhan-ku.” (Al-An’am : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW saja, yang orang paling bertaqwa dibawah kolong langit ini pun dalam keadaan takut akan adzab Allah. Begitupula Beliau SAW sering berdoa diakhir shalatnya : Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa kubur, dan dari siksa jahannam…. (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Aliran Sufi suka bermain musik yang mereka namakan dengan gambus dalam dzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sesungguhnya adalah seruling-seruling syaithan. Sungguh Abu Bakar Ash-Shidiq ra. pernah masuk dirumah Aisyah ra. dan disana ada dua anak perempuan kecil yang sedang bermain rebana, maka berkata Abu Bakar ra. : Ini adalah seruling-seruling syaithan, ini adalah seruling syaithan. Maka Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar ra. : Biarkan mereka wahai Abu Bakar! Karena keduanya sedang merayakan hari raya. (HR. Bukhari dengan lafadz yang berbeda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darti hadits diatas Rasulullah SAW mengakui perkataan Abu Bakar ra. tanpa membantahnya (menyebut seruling syaithan) tetapi hanya karena pada saat itu sedang hari raya dan pelakunya adalah anak perempuan kecil maka dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada dalil bahwa para sahabat dan tabiin, mereka itu bermain rebana (gambus) dalam berdzikir. Bahkan ini adaah perbuatan bidah yang dibuat oleh orang-orang sufi yang semua ini telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW dengan sabdanya:&lt;br /&gt;Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan atas perintah kami, maka tertolak. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Aliran Sufi membolehkan menari, bermain musik dan mengeraskan suara ketika berzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menyaksikan pengikut aliran sufi itu berdzikir dengan lafadz Allah saja dan pada akhirnya berdzikir dengan lafadz Hu (Dia) saja.&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;“Dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illallah (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan shahih). Jadi, tidak dengan Allah dan Hu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam berdzikir mereka mengangkat suaranya dengan keras dan bersamaan (koor/berjama’ah),&lt;br /&gt;Padahal berdo’a seperti itu terlarang berdasarkan firman Allah SWT :&lt;br /&gt;“Berdo’alah kepada Tuhan-mu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raaf : 55)&lt;br /&gt;Maksudnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan dalam berdo’a dengan terlalu cepat dan dengan suara yang keras. (lihat tafsir Jalalain Imam Suyuthi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah mendengar para shahabat meninggikan suaranya dalam berdzikir, maka Beliau SAW bersabda kepada mereka :&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! rendahkanlah suaramu, sesungguhnya kalian tidak menyeru kepada Dzat yang tuli dan tidak ada, tetapi kalian berdo’a kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat dan Allah senantiasa bersamamu.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Allah bersamamu dengan Pendengaran dan Ilmu-Nya dan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang kita lihat dijaman kita ini, dimana orang berdzikir dengan cara koor (bersama-sama) dan mengeraskan suaranya, bahkan menggunakan pengeras suara dicorong-corong speaker masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Aliran Sufi mengaku mempunyai ilmu kasyaf (tersingkapnya segala rahasia-pent.) dan mengetahui yang ghaib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kedustaan yang telah dibantah oleh Allah SWT dengan firman-Nya :&lt;br /&gt;Katakanlah : tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi yang mengatahui perkara yang ghaib kecuali Allah. (An-Naml : 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;Tidak ada yang mengetahui perkara yang ghaib selain Allah. (HR. Thabrani dengan sanad Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Mereka suka menyertai ibadah mereka dengan Siulan dan Tepuk Tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal siulan dan bertepuk tangan itu merupakan adat bagi kaum musyrikin dan ibadahnya mereka. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;Maka shalat mereka (kaum musyrikin) disekitar Baitullah itu tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. (Al-Anfaal : 35)&lt;br /&gt;Al-Mukaa pada ayat ini adalah siulan dan At-Tashdiyah adalah tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Aliran sufi beranggapan bahwa manusia bisa melihat Allah di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Al-Quran mendustakannya lewat lisan Nabi Musa as.:&lt;br /&gt;…Berkata Musa : Ya Tuhanku ! Tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar dapat melihat kepada-Mu. Dia berkat : Engkau tidak akan dapat melihat-Ku (didunia). (Al-Araaf : 143)&lt;br /&gt;Al-Ghazali (seorang tokoh sufi) telah menyebutkan daam kitabnya Ihya Ulumuddin (kitab terkenalnya) dalam bab Hikayatul Muhibbin wa Mukasyafatuhum,Pada suatu hari berkata Abu Turab :Coba sekiranya engkau melihat Abu Yazid, maka berkatalah temannya :Sesungguhnya aku tida butuh itu, sungguh au telah melihat Allah Taala sehingga mencukupi bagiku daripada melihat Abu Yazid. Berkata Abu Turab :Celakalah kamu ! Kamu telah tertipu dengan melihat Allah ! Sekiranya kamu melihat Abu Yazid (Al-Busthomi, tokoh sufi-pent.) sekali saja, itu lebih bermanfaat bagi kamu daripada melihat Allah 70 kali.&lt;br /&gt;Kemudian berkata Al-Ghazali :Maka hendaknya orang mukmin tida mengingkari mukasyafah seoperti ini.&lt;br /&gt;Saya (Syaikh Jamil Zainu) berkata :Bahkan wajib atas kaum mukminin untuk mengingkarinya karena ini adalah kedustaan dan kekufuran, menyelisihi Al-Quran, Hadits dan akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Aliran Sufi meyakini bahwa mereka itu mengambil ilmu dari Allah SWT secara langsung tanpa perantara Rasulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang dikatakan Ibnu Arabi (seorang tokoh besar sufi yang dikubur di Damaskus) dalam kitabnya Al-Fushush :Maa diantara kita ada khalifah dari Rasulullah yang mengambil hukum dari beliau SAW atau dari ijtihad yangtelah dikatakan oleh beliau SAW, dan diantara kami ada orang yang mengambil hukum langsung dari Allah maka ia adalah khalifah Allah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (Syaikh Jamil Zainu) katakan :Ini adalah ucapan yang batil, menyelisihi Al-Quran yang mengandung dalil bahwa Allah SWT mengutus Nabi SAW untuk menyampaikan Islam / Risalah kepada ummat manusia. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;Hai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Allah kepadamu dari Tuhanmu. (Al-Maidah : 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin seseorang mengambil ilmu langsung dari Allah SWT, itu kedustaan yang dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Aliran sufi sering bepergian / ziarah ke kuburan-kuburan untuk memohon berkah dari penghuninya, thawaf atau berkurban kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan dari Jundab bin Abdullah, katanya :Aku mendengar Nabi SAW lima hari sebelum wafatnya bersabda : ….Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya ummat-ummat sebelum kamu telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontributor: Abu Abdirrahman Uli&lt;br /&gt;http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-2581338249719907520?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=21' title='Hakekat Tasawuf'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/2581338249719907520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/hakekat-tasawuf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2581338249719907520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/2581338249719907520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/hakekat-tasawuf.html' title='Hakekat Tasawuf'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-314658408714253311</id><published>2009-03-02T04:32:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T04:38:51.297-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEJARAH ISLAM DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah SAW&lt;/span&gt;, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;nb. syukron kpd www.ummah.net&lt;br /&gt;Insya Allah bermanfaat ya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-314658408714253311?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ummah.net/islam/nusantara/sejarah.html' title='SEJARAH ISLAM DI INDONESIA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/314658408714253311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/sejarah-islam-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/314658408714253311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/314658408714253311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/sejarah-islam-di-indonesia.html' title='SEJARAH ISLAM DI INDONESIA'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-6643861363420232696</id><published>2009-03-02T04:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T04:27:36.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LAGU ISLAMI'/><title type='text'>Haddad Alwi Ya Rabbibilmustofa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Xedk6VhPe8/SavQq9hAFlI/AAAAAAAAABQ/GOsK3X5_D-o/s1600-h/hadad.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Xedk6VhPe8/SavQq9hAFlI/AAAAAAAAABQ/GOsK3X5_D-o/s200/hadad.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308566022272325202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold;"&gt;ALBUM LAGU HADDAD ALWI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698120/03yarobbibilmustofa.mp3.html"&gt;Ya Robbil Mustofa  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698121/09yathoybhah.mp3.html"&gt;09yathoybhah  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698122/07sholawatbadar.mp3.html"&gt;07sholawatbadar &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698123/08yanabisalamalaika.mp3.html"&gt;08yanabisalamalaika  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698124/04asmaulhusna.mp3.html"&gt;04asmaulhusna  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698125/02yathoybah.mp3.html"&gt;02yathoybah  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698126/01yanabisalamalaika.mp3.html"&gt;01yanabisalamalaika  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698127/10alitirof.mp3.html"&gt;10alitirof  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698128/05lilabiiwaummi.mp3.html"&gt;05lilabiiwaummi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Chttp://www.ziddu.com/download/3698129/06aqklakhulkarimah.mp3.html"&gt;06aqklakhulkarimah  &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-6643861363420232696?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/6643861363420232696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/haddad-alwi-ya-rabbibilmustofa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/6643861363420232696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/6643861363420232696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/03/haddad-alwi-ya-rabbibilmustofa.html' title='Haddad Alwi Ya Rabbibilmustofa'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Xedk6VhPe8/SavQq9hAFlI/AAAAAAAAABQ/GOsK3X5_D-o/s72-c/hadad.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1018516493744451910.post-6288447152374346847</id><published>2009-02-18T08:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T08:28:28.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Islam,Agama apakah ??</title><content type='html'>Islam adalah risalah Allah SWT. yang terakhir bagi manusia, oleh karena itu Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi-Nya yang terakhir yaitu Sayidina Muhammad Saw.. Dan juga sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. adalah membawa risalah Allah SWT. yang universal dan sebagai pembuka untuk semua alam. Setiap Nabi datang dengan risalah dari Allah SWT. untuk kaumnya masing-masing, sedangkan Nabi Muhammad Saw. dengan Islam sebagai risalah Allah SWT. yang terakhir untuk semua manusia bahkan jin. Allah SWT. berfirman: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."( QS. Al-Anbiya': 107), Allah SWT. berfirman: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28), dan Allah SWT. berfirman: "Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua" (QS. Al-A'raf: 158) Dan juga Nabi Muhammad Saw. telah mengkabarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Allah SWT. telah mengkhususkan Nabi Muhammad Saw. dengan amanat seperti ini, maka Nabi Muhammad Saw bersabda: "Nabi yang dahulu diutus untuk kaum yang khusus, sedangkan aku diutus untuk manusia seluruhnya" (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang mudah, tidak sukar dan tidak sempit, Allah SWT. berfirman: "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." (QS. Al-Hajj: 78) Allah SWT. juga berfirman: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185) dan asas Allah SWT. kepada agama ini secara dzahir ada lima rukun yaitu: Dua Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji ke baitullah. dan di dalam akidah kita yaitu rukun iman, ada enam rukun yaitu: Iman kepada Allah SWT., Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari kiamat, dan ketetapan yang baik dan buruk. Kemudian keimanan dibagi kedalam rincian-rincian yang banyak, yaitu beberapa perintah dan larangan di dalam Syariat Islamiyah yang telah menghubungkan dalam jumlahnya kepada sebuah kejelasan, dan tujuh puluh cabang seperti yang dikabarkan oleh orang yang percaya dan dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Hadits Jibril as. yang menjelaskan rukun Islam dan Iman, diriwayatkan oleh tuan kita 'Umar ra. Berkata: Suatu ketika kami sedang berada di sebuah majlis bersama Rasulullah Saw. ketika itu muncul seoarang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat kepadanya bekas perjalanan yang jauh, dan satupun dari kita tidak mengenalnya, kemudian dia duduk dihadapan Nabi Saw, lalu orang itu menyenderkan lututnya kepada lutut Nabi Saw., dan meletakan telapak tangannya di atas paha Nabi Saw., dan berkata: "Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tiada ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, puasa di bualan Ramadhan, dan haji ke baitullah jika kamu mampu menjalankannya.". Orang itu berkata: "Kamu benar". 'Umar berkata: "Maka kami terkejut kepadanya, dia bertanya dan membenarkannya. Kemudian orang laki-laki itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan lah kepadaku tentang iman". Nabi menjawab: "Kamu percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik dan buruk". Dia berkata: "Kamu benar". Kemudian bertanya lagi: "Lalu kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan". Nabi menjawab: "Kamu menyembah Allah seperti kamu melihat-Nya tetapi jika belum dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Beliau melihatmu". Lalu dia bertanya lagi: kabarkanlah kepadaku tentang hari kiamat. Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya". Lalu dia bertanya lagi: Kabarkanlah kepadku tentang janji hari kiamat. Nabi menjawab: "Ketika pembantu melahirkan anak, kamu melihat para pemimpin tanpa alas kaki sehingga ketergantungan dengan orang lain dan bangunan-bangunan semakin tinggi". Berkata 'Umar: "Kemudian orang laki-laki itu keluar maka aku timbul pertanyaan dalam hatiku, kemudian Nabi bersabda kepadaku: "Wahai 'Umar apakah kamu mengetahui siapa orang yang bertanya itu". Aku berkata: "Allah dan Rasul lebih mengetahui". Rasul berkata: "Sesungguhnya dia adalah Jibril, dia datang untuk memberi pengetahuan tentang agama kalian" (HR. Muslim: juz 1 hal. 37) Dan Nabi Saw. mengkabarkan tantang cabang iman, lalu Nabi berkata: "Sebuah kejelasan bahwa tujuh puluh cabang iman dan sifat malu adalah sebagian cabang iman" (HR. Bukhari: juz 1 hal. 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dengan penamaan Islam dengan kata Islam: sesungguhnya Islam adaah agama yang selamat dan diselamatkan oleh Allah Tuhan semesta alam, maka Islam adalah agama yang mengajak Muslim untuk berpasrah kepada Allah yang satu dan melepaskan dari segala sesuatu yang selainnya dari Tuhan-Tuhan, patung-patung sampai segala sesuatu yang menjadikan manusia musyrik bersama Tuhannya, karena sesungguhnya dia mengikuti hawa nafsunya, Allah berfirman: "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?" (QS. Al-Furqan: 43), sama juga mengajak Muslim kepada keselamatan hanya untuk diri sendiri, padahal bersama adanya keluasan Allah, dalam masalah ini Nabi Saw. bersabda: "Seorang Muslim sebagian dari keselamatan Muslim-Muslim yang lainnya dari lisannya dan tangannya" (HR. Bukhari Muslim: juz 1 hal. 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah, Allah lah yang menamakan Islam dengan kata ini dan meridhainya karena sesungguhnya Beliau adalah Tuhan semesta alam, Allah SWT. berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma'idah: 3). Allah SWT. juga berfirman: "(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia." (QS. Al-Hajj: 78), Allah menamakan Muslim kepada orang Islam, karena kekhususan-kekhususan dari umat yang terakhir ini. Umat yang memiliki agama yang terakhir, Nabi Saw. yang terakhir. Sesungguhnya orang yahudi menamakan dirinya sendiri yang sebagai binaan dakwahnya Nabi Musa as., Allah SWT. bercerita dalam firman-Nya: "Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."" (QS. Al-'Araf: 156). Begitu juga orang-orang Nasrani menamakan dirinya sendiri, Allah SWT. berfirman: "Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya." (QS. Al-'Araf: 156). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam karena telah mengkhususkan dan melebihkan kita atas semua ciptaannya yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita mengharapkan dengan jawaban ini kita dapat mengetahui tentang kedudukan Islam antara risalah-risalah yang terdahulu, juga kita mengerti tentang agama kita secara keseluruhan, bagaimana dinamakan dengan kata Islam dan penemaan pengikut Islam yaitu Muslim. Shalawat serta salamnya Allah atas Nabi kita, keluarganya, dan para sahabatnya, dan Allah SWT. yang paling tinggi dan paling mengetahui.&lt;br /&gt;sumber : http://dzikriii.multiply.com/journal/item/10/Apa_itu_Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1018516493744451910-6288447152374346847?l=apakah-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dzikriii.multiply.com/journal/item/10/Apa_itu_Islam' title='Islam,Agama apakah ??'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apakah-islam.blogspot.com/feeds/6288447152374346847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/02/islamagama-apakah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/6288447152374346847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1018516493744451910/posts/default/6288447152374346847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apakah-islam.blogspot.com/2009/02/islamagama-apakah.html' title='Islam,Agama apakah ??'/><author><name>taragak</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
